REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 252 siswa di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (8/5/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 188 orang melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, jumlah korban dirawat akibat diduga keracunan MBG itu mencapai 34 orang. Angka itu bertambah dibanding jumlah sebelumnya yang hanya 26 orang. Korban rata-rata mengalami gejala berupa mual, muntah, dan demam.
"Sebetulnya tidak tambah, tetapi kecepatan rumah sakit melaporkan ada sedikit delay. Jadi pada hari pertama kita catat ada 26, tapi kemudian terakhir ada sekitar 34 korban yang dirawat di rumah sakit," kata Ani di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, para korban itu dirawat di tujuh rumah sakit berbeda. Dari total 34 orang yang menjalani perawatan, sebanyak enam orang sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing. "Terakhir update tadi pagi sudah ada enam orang yang sudah keluar rawat, yang sudah sembuh. Sisanya masih dirawat," ucap Ani.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keracunan itu diduga akibat pangsit dalam menu MBG. Pasalnya, pangsit itu berasa asam ketika disajikan. Namun, ia masih belum bisa memastikan penyebab keracunan tersebut. Mengingat, diperlukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.




