REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menggelar penguatan kapasitas bagi para kadernya. Langkah ini bertujuan agar kader lebih adaptif dan profesional dalam menjalankan program penguatan ekonomi keluarga serta perlindungan perempuan dan anak.
Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa menyampaikan bahwa capacity building ini menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kepemimpinan, dan membangun kekompakan. “PKK memiliki posisi yang sangat strategis karena kita bekerja langsung di tengah keluarga dan masyarakat. Penguatan kapasitas ini agar para kader lebih adaptif dan profesional menjalankan perannya,” ujarnya di Makassar, Senin.
Kegiatan yang mengusung tema “Komunikasi Efektif, Santun, Transparan dan Kolaboratif di Setiap Jenjang Kepengurusan” ini menyoroti peran vital PKK. Menurut Melinda, keberadaan PKK menyentuh berbagai persoalan dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Tuntutan Kader di Era Modern
Melinda menekankan pentingnya kader PKK, pengurus Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menyebut kader dituntut untuk kreatif, komunikatif, memiliki kemampuan manajerial, serta mampu memanfaatkan teknologi dan informasi secara bijak.
“Belajar agar kita terus berkembang. Bergerak agar program tidak berhenti pada perencanaan. Berkolaborasi karena pembangunan tidak dapat dilakukan seorang diri. Dan memberikan manfaat karena pada akhirnya ukuran keberhasilan PKK adalah sejauh mana keberadaan kita benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat,” urainya.
Melinda berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mendorong peserta untuk tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, saling menguatkan, serta membawa pulang ide-ide baru yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.
Perkuat Koordinasi dan Soliditas
Ia juga mendorong semakin kuatnya koordinasi antara TP PKK Kota, Kecamatan hingga Kelurahan. Menurutnya, kekuatan PKK tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi juga dari soliditas kader, komunikasi yang baik, dan kemampuan untuk bekerja bersama.
Melinda mengajak seluruh kader untuk membangun PKK Kota Makassar yang semakin profesional, inovatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kader harus menjadi penggerak perubahan di keluarga dan lingkungan masing-masing.
Capacity building ini menghadirkan Ratih Sanggarwaty sebagai narasumber. Ia merupakan Ketua Umum Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) yang dikenal aktif dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, serta penguatan kapasitas masyarakat. Dalam materinya, Ratih membahas penguatan dan etika berorganisasi, khususnya komunikasi yang efektif antara pengurus dan kader.
Selain jajaran TP PKK, kegiatan ini juga diikuti pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar serta Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




