Senin 04 May 2026 14:45 WIB

Kanselir Jerman: AS Mulai Kehabisan Rudal Tomahawk

German tak akan mendapat bagian rudal Tomahawk dari AS.

Rudal Serangan Darat Tomahawk (TLAM) diluncurkan dari kapal penjelajah berpeluru kendali USS Cape St George (CG 71).
Foto: Intelligence Specialist 1st Kenneth Moll/U.S.
Rudal Serangan Darat Tomahawk (TLAM) diluncurkan dari kapal penjelajah berpeluru kendali USS Cape St George (CG 71).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menempatkan rudal jelajah Tomahawk di Jerman untuk saat ini. Menurutnya hal ini karena Amerika tak punya cukup rudal itu untuk mereka sendiri. 

"Amerika tidak mempunyai cukup senjata untuk diri mereka sendiri saat ini. Secara obyektif, hampir tidak ada kemungkinan bagi Amerika untuk memasok sistem senjata semacam ini," kata Merz kepada lembaga penyiaran publik ARD, dilansir Senin.

Baca Juga

Rudal tersebut, yang dijanjikan oleh mantan Presiden AS Joe Biden pada 2024, dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan pencegahan Jerman hingga Eropa mengembangkan sistemnya sendiri.

Merz kemudian menggambarkan pengumuman penarikan lebih dari 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai “bukan hal baru”, dan mencatat bahwa kontingen tersebut ditempatkan sementara di bawah pemerintahan Biden dan penarikannya telah dibahas selama beberapa waktu.

Kanselir membantah adanya hubungan antara pengumuman Trump dan pernyataan kritisnya mengenai perang AS terhadap Iran, termasuk pernyataannya bahwa Iran telah “mempermalukan” AS di meja perundingan.

photo
Tangkapan layar sebuah rudal Tomahawk yang menghantam kompleks tempat sekolah perempuan Iran dan menewaskan sekitar 175 orang di Minab. - (Mehr News di X)

“Tidak ada hubungannya,” kata Merz. “Saya juga tidak akan menyerah untuk bekerja sama dengan Donald Trump,” tambahnya.

Menyikapi pembagian nuklir AS di dalam NATO, Merz meyakinkan bahwa “sama sekali tidak ada kompromi” dan “tidak ada batasan terhadap komitmen AS terhadap pencegahan nuklir di wilayah NATO”.  Merz menegaskan kembali bahwa “Amerika adalah mitra terpenting kami dalam Aliansi Atlantik Utara”.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement