Selasa 11 Aug 2026 17:28 WIB

Promosi Miras Gunakan Hafalan Alquran, Pramono: Sungguh Nodai Kehidupan Beragama, Kita Tindak Tegas

Pramono tak ingin kejadian serupa terulang kembali.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Foto: Bayu Adji Republika
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Video promosi minuman keras (miras) merek Newport dalam festival musik The Sounds yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada akhir pekan lalu viral di media sosial. Pasalnya, promosi itu dilakukan dengan tantangan membacakan hafalan Alquran surat Ad-Dhuha.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyesalkan adanya peristiwa itu. Menurut dia, promosi miras yang dilakukan dengan membacakan surat Ad-Dhuha itu jelas-jelas menodai kegiatan keagamaan, khususnya agama Islam.

Baca Juga

"Yang berkaitan dengan promosi apa minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat yang kita jaga bersama di Jakarta," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Karena itu, Pramono mengaku bakal mengambil tindakan tegas mengenai permasalahan tersebut. Menurut dia, hal itu semestinya tidak boleh terjadi di Jakarta.

"Saya akan minta kepada Pak Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta. Sehingga sekali lagi, Pemerintah DKI Jakarta menyesalkan hal itu terjadi di Jakarta," ujar dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi