REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga ketum Partai Golkar memberikan tanggapan terkait isu Presiden Prabowo Subianto akan merombak (reshuffle) Kabinet Merah Putih pada Senin (27/4). Ia meminta wartawan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait isu tersebut.
"Ya nanti kita lihat saja," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Bahlil menyampaikan hal tersebut seusai menghadap Presiden Prabowo Subianto.
Saat ditanya mengenai adanya pembahasan dengan Presiden Prabowo mengenai perombakan Kabinet, Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan tidak semua hal harus disampaikan kepada publik.
"Ada semuanya harus disampaikan, ada semuanya yang tidak perlu disampaikan ya," katanya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan perombakan (reshuffle) pejabat di susunan Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Qodari menanggapi kabar yang beredar bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle sejumlah pejabat pada Senin ini. Salah satu pejabat yang dikabarkan akan dilantik adalah Qodari.
"Itu semua prerogatif Presiden," kata Qodari saat dihubungi Antara, Senin siang.
Qodari menegaskan terkait kabar perombakan susunan kabinet, publik diminta menunggu perkembangan lebih lanjut dari Presiden.
Menurut dia, keputusan mengenai perubahan susunan pejabat kabinet berada sepenuhnya di tangan Kepala Negara sebagai pemegang kewenangan prerogatif tersebut.
"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.
Lihat postingan ini di Instagram