REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Beredar kabar, Istana akan mengumumkan perombakan kabinet.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa isu perombakan kabinet atau reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia menyebut hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait hal tersebut di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.
Namun, politisi partai PAN itu menegaskan bahwa ia siap dengan skenario apapun. “Wah itu prerogatif Bapak Presiden. Kita siap dengan segala skenario, yang penting sekarang seluruh jajaran kabinet kerja saja. Saya sendiri belum mendengar apa-apa,” kata Bima Arya usai Upacara Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Plaza Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
Ia juga memastikan tidak mengetahui terkait pihak-pihak yang akan terkena reshuffle. Menurutnya, seluruh jajaran kementerian saat ini memilih untuk tetap fokus menjalankan tugas. “Nggak ada, kami belum mendengar sama sekali. Kita fokus bekerja saja,” katanya.
Di kalangan media, isu perombakan kabinet sudah santer terdengar. Bahkan sejumlah nama yang bakal masuk kabinet juga beredar.
Lihat postingan ini di Instagram