Jumat 17 Apr 2026 18:38 WIB

China Peringatkan RI Soal Kesepakatan Overflight Clearance dengan AS

China mengingatkan Indonesia jangan merusak perdamaian dan setabilitas regional.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Fitriyan Zamzami
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun.
Foto: Dok Global Times
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Polemik permintaan ijin melintasi wilayah udara menyeluruh alias blanket overflight clearance dari AS ke Indonesia mendapat sorotan China. Beijing mengingatkan hal itu bisa melanggar Piagam ASEAN soal tak menyinggung kedaulatan pihak ketiga.

Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun ketika berkomentar mengenai pertimbangan Indonesia atas proposal untuk memberikan izin kepada militer AS untuk terbang di atas wilayah Indonesia dan hubungan militer antara Washington dan Jakarta. 

Baca Juga

Guo Jiakun mengatakan pada Jumat bahwa Piagam ASEAN dan Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara secara eksplisit menetapkan bahwa negara-negara anggota berbagi tanggung jawab untuk memperkuat perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional. 

Piagam itu juga menyatakan negara anggotan tidak boleh berpartisipasi dalam kebijakan atau kegiatan apa pun, termasuk penggunaan wilayahnya, yang mengancam kedaulatan dan integritas wilayah anggota. negara lain. 

“Kami secara konsisten percaya bahwa kerja sama pertahanan dan keamanan antar negara tidak boleh menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun, juga tidak boleh mempengaruhi perdamaian dan stabilitas regional,” kata Guo dilansir media corong pemerintah China, Global Times.

Posisis Indonesia penting dalam kontek sini karena terletak di pintu masuk selatan Laut Cina Selatan di dekat Kepulauan Natuna. Secara geografis, Indonesia berada tepat di jalur yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudera Hindia. 

photo
Peta klaim Laut China Selatan - (wikipedia)

Dari langit Indonesia, pesawat militer bisa menjangkau berbagai titik penting di Asia Tenggara. Termasuk kawasan Laut Cina Selatan 

Laut ini menjadi arena persaingan pengaruh antara Amerika dan China. China mengklaim sebagian besar wilayahnya, sementara beberapa negara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei juga punya klaim yang saling tumpang tindih.

China menginginkan penguasaan Laut China Selatan untuk meluaskan daerah pertahanannya ke selatan. Sementara Amerika Serikat punya kepentingan laut itu jadi jalur bebas navigasi untuk manuver militernya dari Pasifik ke Timur Tengah, misalnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement