Selasa 07 Apr 2026 06:26 WIB

Perkuat Budaya Literasi, Perpusnas Miliki Program Relima

Program bertajuk Relima mendekatkan budaya literasi pada masyarakat heterogen.

Kepala Perpusnas RI, E Aminudin Aziz.
Foto: Republika
Kepala Perpusnas RI, E Aminudin Aziz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI terus menyediakan sumber pengetahuan dan mendorong masyarakat untuk membaca. Program bertajuk Relawan Literasi Masyarakat (Relima) mendekatkan budaya literasi pada masyarakat heterogen.

Dengan demikian, Perpustakaan tidak lagi diposisikan sebagai ruang pasif penyimpanan buku, melainkan menjadi pusat aktivitas, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat. Kepala Perpusnas RI, E Aminudin Aziz, menjelaskan, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun martabat bangsa. 

Baca Juga

Menariknya, sambung dia, meskipun anggaran mengalami penurunan, jumlah relawan justru ditingkatkan secara signifikan. Aminudin menilai, langkah tersebut sebagai strategi berbasis dampak, bukan sekadar pendekatan anggaran.

"Yang kita kejar bukan sekadar program berjalan, tetapi dampaknya. Relima ini memberikan efek besar karena menggerakkan masyarakat langsung. Pada tahun 2026, relawan yang tergabung dalam Relima mencapai 360 orang yang tersebar di kurang lebih 200 kabupaten/kota di Indonesia," ujar Aminudin kepada awak media di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurut dia, tidak ada bangsa yang bermartabat tinggi tanpa tingkat literasi yang baik. Aminuddin menyebut, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menilai informasi, serta menciptakan inovasi dalam kehidupan masyarakat.

"Literasi adalah fondasi peradaban manusia, dari mengenali lingkungan hingga menciptakan hal baru," ucap Aminudin.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement