Sejak awal tahun ajaran, siswa di sekolah-sekolah Polandia dapat mengikuti mata pelajaran baru pendidikan kesehatan yang tidak bersifat wajib. Mata pelajaran ini mencakup berbagai topik, termasuk kesehatan fisik dan mental, pola makan sehat, pengaruh lingkungan terhadap manusia, serta bahaya penggunaan media sosial dan narkoba.
Dari 10 modul dalam kurikulum baru tersebut, satu yang memicu protes besar adalah pendidikan seks. Modul ini membahas berbagai aspek terkait seksualitas, seperti kontrasepsi, penyakit menular seksual, dan kekerasan seksual.
Organisasi politik sayap kanan dan gereja Katolik memperingatkan adanya ancaman "kerusakan moral” pada anak-anak dan menyerukan agar mata pelajaran ini dihapus dari kurikulum sekolah, bahkan secepatnya.
Sekolah di Polandia jadi medan pertempuran ideologi
Pendidikan telah lama menjadi ajang pertarungan ideologi di Polandia. Selama berkuasa dari 2015 hingga 2023, Partai nasional-konservatif Hukum dan Keadilan (PiS) memperketat kontrol terhadap sekolah. "Pendidikan patriotik" dan penanaman "nilai-nilai konservatif" dijadikan prioritas utama.
Koalisi partai kanan-tengah dan kiri-tengah yang dipimpin Perdana Menteri Donald Tusk, yang terpilih pada akhir 2023, berjanji tidak hanya memulihkan supremasi hukum tetapi juga melakukan reformasi besar.
Modernisasi kurikulum sekolah di Polandia
Setelah menjabat, Menteri Pendidikan Barbara Nowacka tidak hanya menaikkan gaji guru seperti yang dijanjikan dalam kampanye pemilu, tetapi juga merevisi kurikulum sekolah.
Kelas pendidikan kesehatan baru, yang menggantikan kelas pendidikan kehidupan keluarga pada masa pemerintahan PiS, menjadi simbol perubahan dalam kebijakan pendidikan di Polandia.
Seperti pendidikan kehidupan keluarga sebelumnya, kelas pendidikan kesehatan yang baru ini juga tidak wajib.
Para uskup Polandia mengkritik kelas pendidikan seks
Kaum konservatif sayap kanan di Polandia, terutama PiS, menunjukkan penolakan keras terhadap kelas baru ini dan mereka mendapat dukungan dari Gereja Katolik.
Dalam sebuah surat pastoral bertanggal Mei 2025, para uskup Polandia menuduh pemerintah Tusk "ingin mengeksotisasi dan merusak" anak-anak dan mengatakan bahwa seksualitas telah "dikeluarkan dari konteks pernikahan dan keluarga."
Para uskup menyerukan kepada orang tua di seluruh negeri untuk melakukan perlawanan guna menghentikan "perusakan moral anak-anak."
Kurang dari sepertiga siswa mengikuti pendidikan kesehatan
Pemerintah akhirnya menyerah pada tekanan dan memutuskan untuk menjadikan pendidikan kesehatan bersifat sukarela serta memberikan hak kepada orang tua untuk tidak mengizinkan anak mereka mengikuti mata pelajaran baru tersebut.
Salah satu orang pertama yang melakukannya adalah Presiden Polandia dari kalangan konservatif sayap kanan, Karol Nawrocki, yang menulis di platform X bahwa mata pelajaran baru ini merupakan upaya "menyelundupkan ideologi dan politik ke dalam sekolah-sekolah Polandia."
Satu jam pendidikan kesehatan diberikan setiap minggu di sekolah dasar kelas 4 hingga 8 dan di sekolah menengah kelas 1 hingga 2, yang berarti mata pelajaran ini terbuka bagi siswa berusia 10 tahun ke atas.
Menurut Kementerian Pendidikan Polandia, hanya sekitar 30% siswa yang mengikuti kelas ini. Tingkat kehadiran paling rendah terjadi di wilayah tenggara Polandia, di mana pengaruh partai sayap kanan dan Gereja Katolik paling kuat.
Melawan tabu untuk belajar tentang seksualitas
Psikolog, ahli pendidikan seks, dan penulis buku anak-anak Tosia Kopyt telah mengajar di sebuah sekolah dasar di ibu kota Polandia, Warsawa, selama 12 tahun. Selama pemerintahan PiS, ia mengajar pendidikan kehidupan keluarga di sekolah. Sejak September lalu, ia mengajar pendidikan kesehatan.
Kopyt mengatakan kepada DW bahwa mata pelajaran baru ini "sangat modern dan memiliki cakupan yang luas" serta memberikan jawaban atas banyak pertanyaan yang dimiliki anak muda. "Saya sangat menyukai kelas ini," katanya. "Kesehatan itu sangat penting."
Ia merupakan bagian dari tim yang menyusun kurikulum pendidikan kesehatan baru sejak tahun 2024. "Siswa di kelas-kelas awal sering tertawa atau bercanda tentang hal-hal seksual, tetapi saya tetap fokus pada materi. Penting untuk mengajarkan kepada anak muda tentang seksualitas. Mereka harus tahu bahwa hal-hal ini bisa dibicarakan tanpa rasa malu dan tanpa menggunakan bahasa vulgar," katanya.
Magdalena Wielogorska adalah kepala sekolah di STO sekolah dasar dan menengah di Mikolajki, di timur laut Polandia. Nada bangga terdengar dari suaranya ketika ia mengatakan kepada DW bahwa 86% siswa di sekolahnya mengikuti kelas pendidikan kesehatan. "Mata pelajaran ini sangat penting," ujar Wielogorska, yang juga mengajar ekonomi. "Pengetahuan ini memungkinkan anak muda untuk lebih memahami diri mereka, tubuh mereka, dan menjaga mereka."
Wielogorska mengatakan bahwa cara pengajaran mata pelajaran yang menarik bisa menimbulkan tingginya minat siswa. Alih-alih hanya satu jam per minggu, sekolahnya menyediakan blok pelajaran yang berlangsung beberapa jam dan mencakup latihan praktis.
Ia mengatakan bahwa cara orang tua dilibatkan juga sangat penting: "Pada pertemuan informasi pertama untuk orang tua, saya menjelaskan konsepnya secara rinci dan menjawab semua pertanyaan."
Apakah pendidikan kesehatan akan menjadi wajib?
Menteri Nowacka berencana memutuskan pada akhir Maret apakah pendidikan kesehatan akan menjadi wajib atau tetap bersifat pilihan.
Seiring berjalannya waktu, baik pendukung maupun penentang mata pelajaran ini berusaha memengaruhi keputusan tersebut. "Kami berharap kementerian segera mengambil keputusan," kata Danuta Kozakiewicz, kepala sekolah dasar No. 103 di Warsawa, kepada DW. "Pendidikan kesehatan harus menjadi wajib," kata Kozakiewicz. "Kita tidak boleh membiarkan kepentingan ideologis mengalahkan kesejahteraan anak-anak."
"Pendidikan kesehatan adalah mata pelajaran paling penting dalam sistem sekolah," kata Pawel Mrozek dari organisasi siswa Akcja Uczniowska. "Kami marah karena hal ini telah dijadikan bahan pertarungan politik."
Akcja Demokracja, sebuah aliansi organisasi demokratis, menyerahkan surat kepada pemerintah pada akhir Februari yang menuntut agar pendidikan seks tetap ada dalam kurikulum sekolah.
"Kita tidak boleh tunduk pada tekanan kelompok sayap kanan, jika tidak, sebentar lagi orang akan menuntut agar teori evolusi juga dihapus dari kurikulum," kata Jakub Kocjan dari komite Akcja Demokracja kepada DW.
Kaum kanan Polandia mengecam "ideologi gender"
Para penentang pendidikan kesehatan tetap tidak mau mengalah. Koalisi untuk Menyelamatkan Sekolah Polandia, yang mengklaim menyatukan lebih dari 90 organisasi, menyerukan pemerintah untuk menghapus pendidikan kesehatan sepenuhnya.
Koalisi tersebut menuduh bahwa mata pelajaran ini menyebarkan "ideologi gender" dan mendorong perubahan jenis kelamin, yang menurut mereka berarti "mutilasi tubuh."
Mereka juga mengatakan bahwa menjadikan pendidikan kesehatan sebagai mata pelajaran wajib akan menjadi "pukulan bagi kesehatan mental dan fisik siswa" serta melanggar hak orang tua dan kebebasan hati nurani guru.
Terlepas dari keputusan yang akan diambil Nowacka, mata pelajaran ini akan tetap ada sampai pemilihan parlemen berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 2027.
Przemyslaw Czarnek, kandidat utama Partai PiS untuk posisi perdana menteri, adalah tokoh garis keras sayap kanan yang pernah melawan apa yang ia sebut sebagai "omong kosong sayap kiri" ketika ia menjabat sebagai menteri pendidikan pada tahun 2022–2023.
Jika Czarnek dan PiS memenangkan pemilu, maka pendidikan kesehatan tidak akan memiliki tempat lagi di sekolah-sekolah Polandia.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid