Kamis 12 Mar 2026 11:04 WIB

Bukan 20 Ribu, RI Bakal Kirim 8.000 Prajurit TNI ke Gaza

Ternyata negara-negara lain cukup kirim beberapa ratus (pasukan).

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Donald Marles di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Donald Marles di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah RI bakal mengurangi pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina di bawah Badan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, jumlah prajurit TNI yang dikirim ke Gaza tidak lagi 20 ribu orang.

"Kalau kita siap, yang paling ideal, kita kirim 20 ribu. Tetapi, ternyata negara-negara lain cukup kirim beberapa ratus (pasukan). Jadi kita kirim 8.000 (prajurit TNI)," kata Sjafrie kepada awak media usai bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Donald Marles di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga

Menurut Sjafrie, pengiriman TNI ke Gaza masih menunggu situasi dan kondisi terkini yang memungkinkan. "Tapi yang paling penting, kalau situasi tidak bertengangan dengan kepentingan nasional, kita lakukan (kirim TNI ke Gaza)," kata Sjafrie.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement