Kamis 12 Mar 2026 13:13 WIB

Menhan Jelaskan Maksud Siaga Satu

Menhan meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan status Siaga Satu.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta masyarakat tak perlu takut akan adanya status siaga satu yang sebelumnya dikeluarkan TNI. Status siaga satu itu, kata ia, justru merupakan bentuk upaya TNI menjaga masyarakat agar tetap aman di tengah gejolak konflik.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman," kata Sjafrie saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis.

Baca Juga

Menurut Sjafrie, TNI sedari awal mengemban tugas untuk memperkuat pertahanan negara dari gejolak konflik global ataupun di dalam negeri.

Eskalasi pertahanan tersebut, lanjut Sjafrie, harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu.

Karenanya, Sjafrie menegaskan keputusan penetapan siaga satu yang diambil TNI dipastikan berdasarkan pertimbangan dari sisi geostrategis.

"Jadi kesiapan (siaga satu) yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi," jelas Sjafrie.

Dengan adanya status siaga satu tersebut, Sjafrie yakin pemerintah akan lebih maksimal dalam menjaga pertahanan negara dan keamanan masyarakat.

"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan," terang dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Penjelasan Panglima TNI

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement