Sabtu 07 Mar 2026 12:00 WIB

Merawat Api Prestasi, Menjemput Asa 2045

Tiga kementerian kini berpadu merancang masa depan melalui talenta muda bangsa.

Para talenta unggul program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya menampilkan pertunjukan seni dalam acara MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Para talenta unggul program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya menampilkan pertunjukan seni dalam acara MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sebuah ruang kerja di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jumat sore pekan lalu, sebuah dokumen penting ditandatangani. Tanda tangan itu bukan sekadar coretan di atas kertas. Ia adalah jembatan yang menghubungkan dua kementerian, menyatukan data, dan merajut mimpi besar: bagaimana talenta-talenta muda Indonesia tidak lagi tumbuh sendiri-sendiri, tetapi dikelola secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyebut integrasi data ini sebagai langkah strategis. "Kami yakin banyak dosen maupun mahasiswa, baik S1, S2, maupun S3, yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Talenta Nasional hingga diangkat dan berkembang di level internasional," katanya.

Baca Juga

Di tempat terpisah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan hal serupa. Menurutnya, keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh luasnya wilayah atau melimpahnya sumber daya alam. "Tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusianya," ujarnya. Pengembangan talenta, kata dia, tidak bisa lagi dilakukan secara sporadis atau berbasis coba-coba. Harus ada kajian ilmiah, riset mutakhir, dan inovasi yang lahir dari anak bangsa.

Integrasi basis data talenta nasional ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga. Tujuannya mulia: menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global, menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, di lini yang berbeda, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bergerak dengan strategi yang tak kalah ambisius. Sejak Januari lalu, mereka telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Regulasi ini mengatur pengelolaan bakat, minat, dan kemampuan terbaik murid secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut manajemen talenta murid sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. "Melalui regulasi ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan setiap murid mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengembangkan potensi terbaiknya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional," katanya.

Yang menarik, regulasi ini tidak hanya berhenti pada pengembangan bakat. Ia juga mengatur pemberian apresiasi kepada talenta murid yang berprestasi melalui fasilitasi karir belajar, bekerja, pembinaan lanjutan, dan kesejahteraan. Ada jembatan yang dibangun dari ruang kelas menuju dunia profesional.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronica Irene menjelaskan, kolaborasi dengan perusahaan swasta menjadi kunci. "Dengan fasilitas apresiasi karir bekerja, kami menjembatani akses-akses mana yang bisa mereka lalui," katanya dalam sebuah dialog kebijakan di Tangerang Selatan, Minggu sore.

Ia mencontohkan, tidak sedikit perusahaan yang merekrut para murid SMA maupun SMK pemenang Lomba Kompetensi Siswa sebagai tenaga ahli. Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam LKS langsung melihat sendiri kapasitas anak-anak ini. "Mereka melihat, oh ini bisa jadi pegawai di wilayah mana, di kantor mana," tambah Maria.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement