REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan lulusan perguruan tinggi agar tidak terpaku pada harapan menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau bekerja di perusahaan besar. Menurut dia, perubahan dunia kerja menuntut para sarjana memiliki daya saing, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menciptakan peluang baru.
Pesan tersebut disampaikan Yusril saat memberikan kuliah umum pada Wisuda ke-XXXVII Universitas Bangka Belitung (UBB) di Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan itu, UBB mewisuda sekitar 400 mahasiswa dari berbagai program studi.
"Hari ini UBB untuk sekian kalinya berhasil mewisuda 400 orang mahasiswa," kata Yusril.
Ia mengatakan momentum wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal memasuki dunia yang penuh persaingan. Para lulusan, kata dia, akan menghadapi tantangan memperoleh pekerjaan di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berubah.
Menurut Yusril, kesempatan menjadi pegawai negeri maupun bekerja di sektor swasta saat ini semakin kompetitif. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, misalnya, banyak masyarakat masih menjadikan PT Timah Tbk sebagai tujuan utama mencari pekerjaan, padahal perusahaan tersebut juga menghadapi berbagai tantangan bisnis.
"Kondisi itu membuat peluang kerja menjadi semakin terbatas sehingga lulusan perguruan tinggi harus memiliki pilihan dan strategi karier yang lebih luas," ujarnya.
Karena itu, Yusril meminta para sarjana tidak mudah kehilangan optimisme. Ia menilai masih banyak jalan untuk mengembangkan kapasitas diri, salah satunya melalui pendidikan lanjutan dengan memanfaatkan berbagai program beasiswa yang disediakan pemerintah.
"Saat ini kesempatan baik bagi mahasiswa dan sarjana untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di dalam negeri maupun luar negeri demi membangun Kepulauan Bangka Belitung," katanya.
Yusril meyakini lulusan UBB memiliki kemampuan untuk bersaing memperoleh beasiswa di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia maupun dunia. Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi investasi penting bagi kemajuan daerah dalam jangka panjang.




