REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong penambahan kuota afirmasi dalam beasiswa LPDP. Sehingga mereka yang pintar tapi tidak mampu punya peluang lebih besar mengenyam pendidikan tinggi lewat LPDP.
Lestari mengkritisi program beasiswa LPDP hanya menyediakan kuota beasiswa jalur afirmasi 25 persen dari alokasi beasiswa yang ada. Jalur afirmasi ini ditujukan untuk memberi kesempatan bagi putra-putri dari daerah 3T, difabel, dan keluarga prasejahtera untuk mendapatkan beasiswa.
"Agar uang negara lebih merata manfaatnya bagi setiap warga negara, sejumlah aturan persyaratan tersebut harus dievaluasi," kata Lestari kepada Republika, Selasa(3/3/2026).
Lestari memandang langkah evaluasi dalam pelaksanaan penyaluran beasiswa LPDP sangat diperlukan agar uang negara yang terbatas, dapat mendatangkan manfaat yang maksimal bagi kemajuan bangsa. Pengetatan persyaratan seperti asesmen psikologi dan kebangsaan, skema financial recovery, serta audit kontrak pengabdian, harus benar-benar dilakukan.
"Upaya perluasan kuota afirmasi juga harus direalisasikan demi mewujudkan kesempatan yang merata bagi masyarakat," ujar Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu.
Atas dasar itulah, Lestari mendorong agar seleksi LPDP diperketat dan kuota jalur afirmasi ditambah supaya hasil beasiswa LPDP dapat mewujudkan keseimbangan kualitas intelektual dan keadilan sosial bagi setiap anak bangsa.
Selain itu, Lestari berharap beasiswa LPDP jalur afirmasi bisa diberikan kepada tenaga pengajar, dosen, dan para peneliti.
"Beasiswa LPDP harus mampu menjadi lembaga yang bukan sekadar pencetak gelar, tetapi sekaligus instrumen pemerataan kesempatan bagi setiap warga negara," ujar Lestari.
Sebelumnya, viral Arya Iwantoro dan sang istri, Dwi Sasetyaningtyas karena kewarganegaraan anaknya. Arya dan Dwi merupakan penerima LPDP yang bukan berasal dari keluarga miskin.
Arya Iwantoro merupakan anak dari Syukur Iwantoro yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2019. Sehingga Arya bukan dalam posisi miskin untuk meraih jenjang pendidikan lebih tinggi.
Publik juga sempat menyoroti status Mutiara Annisa, putri mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang tercatat sebagai penerima LPDP. Mutiara diketahui berangkat ke Amerika Serikat pada Juli 2025 untuk melanjutkan studi magister di Harvard University.
Padahal harta kekayaan Anies Baswedan mencapai Rp11.789.358.223 atau 11,7 miliar. Harta itu sebagaimana dilaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berkompetisi dalam Pilpres 2024.
Kemudian, dalam laman Linkedin, Dewinta Illinia Sumartono yang merupakan putri pertama Sri Mulyani mencantumkan sebagai penerima beasiswa LPDP 20216. Republika sudah mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Dewinta dan Sri Mulyani lewat Direct Message (DM) Instagram tapi belum mendapat respon.