REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat tengah merencanakan operasi militer terhadap Iran. Operasi ini bakal digelar tidak sehari atau dua saja. Demikian disampaikan seorang pejabat AS kepada kantor berita Reuters.
Pernyataan itu disampaikan setelah AS mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan udara ke Teheran, Sabtu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan anacman nyata dari rezim Iran. Pemerintah Iran dinilai membahayakan rakyat Amerika.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” katanya.
AS telah memerintahkan sejumlah warga negaranya di Timur Tengah untuk berlindungan. Kedutaan Besar AS di Bahrain telah menerapkan kebijakan berlindung bagi seluruh personel dan merekomendasikan semua warga negara AS untuk melakukan hal yang sama hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Carilah tempat yang aman di dalam kediaman Anda atau bangunan aman lainnya. Siapkan persediaan makanan, air, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya,” demikian bunyi peringatan tersebut di X.
Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Qatar juga telah mengumumkan langkah serupa. Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan kebijakan berlindung di tempat bagi seluruh personel. "Kami merekomendasikan agar semua warga Amerika melakukan hal yang sama sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Lihat postingan ini di Instagram