REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Di tengah proses diplomatik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, potensi pecahnya perang regional di kawasan Teluk masih tinggi. Pemerintah China, dalam keterangan persnya pada Kamis (26/2/2026) menyatakan ikut mengamati secara seksama perkembangan di Timur Tengah.
Menurut Beijing, China konsisten mendukung penyelesaian masalah melalui cara-cara politik dan diplomatik, dan menentang penggunaan ancaman militer dalam hubungan internasional.
Dalam taklimat persnya pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao menjawab pertanyaan wartawan apakah Beijing akan mendukung Iran jika AS melancarkan serangan. Mao menegaskan, China mendukung pemerintahan dan rakyat Iran dalam menjaga kepentingan bangsa dan hak-haknya yang sah.
"Kami berharap semua pihak akan menghargai perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perbedaan lewat dialog. China akan terus memainkan peran sebagai sebuah negara besar yang bertanggung jawab," kata Mao dikutip Global Times.
Lihat postingan ini di Instagram