Selasa 17 Feb 2026 12:19 WIB

Iran Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz di Tengah Ancaman Serangan AS

Iran sebut latihan militer ini merupakan kegiatan rutin tahunan.

Foto selebaran yang disediakan oleh situs web Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC); Berita Sepah menunjukkan, kapal tempur militer Iran mengelilingi kapal induk mockup selama pertandingan perang di Selat Hormuz, selatan Iran, 28 Juli 2020. Media melaporkan bahwa Iran mengadakan pertandingan perang di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Foto: EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY
Foto selebaran yang disediakan oleh situs web Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC); Berita Sepah menunjukkan, kapal tempur militer Iran mengelilingi kapal induk mockup selama pertandingan perang di Selat Hormuz, selatan Iran, 28 Juli 2020. Media melaporkan bahwa Iran mengadakan pertandingan perang di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Komandan tertinggi angkatan laut Iran menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan mempertahankan dominasi intelijen di Selat Hormuz selama 24 jam penuh. Pernyataan itu ditegaskan IRGC di tengah pelaksanaan latihan militer di jalur pelayaran strategis tersebut, Senin (16/2/2026).

Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup permukaan laut, udara, hingga bawah permukaan.

Baca Juga

Ia menyebut pengawasan tersebut bertujuan menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, yang setiap hari dilalui lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer. Padatnya selat menjadikannya salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia.

"Latihan militer berlangsung di Teluk Persia dan Selat Hormuz, dengan pulau-pulau di kawasan tersebut berfungsi sebagai 'benteng pertahanan' yang berada di bawah tanggung jawab penuh Angkatan Laut IRGC," ujarnya dikutip media pemerintah. 

Ia menjelaskan latihan itu merupakan agenda tahunan rutin, dengan fokus pada manuver taktis serta penggunaan peralatan tertentu yang sebagian belum diumumkan ke publik. “Respons cepat dan tegas terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti latihan ini,” ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Anadolu/Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement