Rabu 11 Feb 2026 17:29 WIB

Ingin Lulus Langsung Kerja di Pemerintahan? Kuliah di UNM

UNM memiliki kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Andi Kurniawan, alumni Program Studi S1 Informatika UNM, lulusan 2022, kini resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah lolos seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024.
Foto: UNM
Andi Kurniawan, alumni Program Studi S1 Informatika UNM, lulusan 2022, kini resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah lolos seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menorehkan kiprah positif melalui alumninya yang bekerja di sektor pemerintahan. Andi Kurniawan, alumni Program Studi S1 Informatika UNM, lulusan 2022, kini resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah lolos seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024.

Andi saat ini bertugas sebagai Pengadministrasi Kepegawaian di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan penugasan di SMK Negeri 1 Babelan. Peran tersebut menuntut ketelitian tinggi, penguasaan sistem informasi, serta kemampuan pengelolaan dan analisis data.

“Saya bertugas sebagai Pengadministrasi Kepegawaian pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan penugasan di SMK Negeri 1 Babelan,” ujar Andi dalam keterangan rilis, Rabu (11/2/2026).

Ia mengungkapkan, pilihan menempuh studi di UNM didasari sistem pembelajaran yang fleksibel dan terintegrasi digital. Seluruh layanan akademik berbasis daring dinilai sangat membantu mahasiswa dalam mengelola administrasi perkuliahan secara efisien.

“UNM menerapkan layanan akademik berbasis digital yang sangat memudahkan mahasiswa. Semua pengajuan bisa dilakukan online kapan saja tanpa harus datang ke kampus,” kata dia.

Menurut Andi, karakter UNM sebagai Kampus Digital Bisnis tercermin dari kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Meski berkarier di instansi pemerintah, kompetensi Informatika tetap relevan, khususnya dalam pengelolaan database dan analisis data kepegawaian.

“Mata kuliah seperti Statistika, Struktur Data, dan Sistem Pakar sangat membantu membentuk pola pikir analitis, logis, dan sistematis,” kata Andi.

Andi juga menekankan pentingnya pengalaman magang dalam membekali mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. Melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1 yang dijalankan Universitas Nusa Mandiri, mahasiswa dibekali soft skills dan kesiapan kerja profesional.

“IEP 3+1 membekali kami dengan komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Andi menjadi ASN menunjukkan relevansi kurikulum dan kualitas lulusan UNM.

“Ini membuktikan lulusan Informatika UNM mampu beradaptasi dan berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pemerintahan,” kata Arfhan.

Pada kesempatan lain, Kepala NCC, Muhammad Faisal, menegaskan keberhasilan alumni tidak lepas dari pembinaan karier yang terstruktur.

“NCC berkomitmen menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja, baik industri maupun pemerintahan. Kisah Andi menjadi bukti bahwa pembinaan karier di UNM melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Andi berpesan kepada mahasiswa UNM yang bercita-cita menjadi ASN agar mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan integritas.

“Menjadi ASN adalah bentuk pengabdian. Persiapkan diri dengan ilmu, karakter kuat, dan manfaatkan pengalaman magang sebagai bekal masa depan,” ucap Andi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement