Rabu 11 Feb 2026 16:41 WIB

Netanyahu Lapor Trump, Siapkan Serangan Besar-Besaran ke Gaza

Israel berdalih perlu menyerang Gaza untuk melucuti Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON –  Kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke AS untuk menemui Presiden AS Donald Trump dilaporkan untuk menyampaikan rencana serangan besar ke Gaza. Netanyahu disebut akan memberitahu Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan mereka pada Rabu bahwa fase kedua gencatan senjata di Gaza “tidak berjalan lancar.”

Hal ini dilaporkan Times of Israel mengutip sumber yang mengetahui rincian kunjungan Netanyahu pada Selasa ketika pesawat perdana menteri sedang dalam perjalanan ke Washington.

Rencana gencatan senjata yang ditengahi AS yang dicapai pada bulan Oktober membayangkan demiliterisasi Gaza dan pelucutan senjata Hamas, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah kantong tersebut. Namun Hamas belum setuju untuk menyerahkan senjatanya, suatu hal yang dianggap tidak dapat dinegosiasikan oleh Israel dan AS.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sumber tersebut mengatakan bahwa Israel telah memberi tahu AS bahwa operasi militer Israel lainnya diperlukan untuk mencapai visi Trump mengenai Jalur Gaza yang dilanda perang.

Sentimen Netanyahu tampaknya juga dimiliki oleh Pasukan Pertahanan Israel. Media-media Israel melaporkan pada Rabu bahwa militer sedang menyusun rencana serangan baru untuk melucuti senjata Hamas dengan paksa. Sementara itu, Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), komite teknokratis Palestina yang dibentuk untuk memerintah Gaza, belum memasuki Jalur Gaza dan memulai operasi di sana.

photo
Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini. - (EPA)

Empat bulan setelah gencatan senjata dengan Hamas, militer Israel mulai menyusun rencana serangan baru di Jalur Gaza untuk melucuti senjata kelompok Hamas dengan paksa, menurut laporan The Times of Israel.

Jika serangan besar-besaran kembali terjadi, pertempuran kemungkinan akan menjadi lebih intens dan meluas dibandingkan konflik sebelumnya. Hal ini karena pasukan Israel tidak lagi terkendala oleh kehadiran sandera di wilayah Gaza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement