Rabu 11 Feb 2026 19:13 WIB

Ojol Curhat ke Polisi Banyak Penumpang Enggan Pakai Helm di Bandung

Ojol tak beranai menegur karena khawatir diberi bintang satu.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Ojek online Bandung (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Ojek online Bandung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengendara ojek online (ojol) curhat ke polisi bahwa banyak penumpang yang enggan memakai helm. Mereka mengaku sudah mengimbau akan tetapi tidak berani menegur khawatir diberi bintang satu alias pelayanan yang kurang.

Hal itu terungkap saat silaturahmi dan sosialisasi yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat ke komunitas ojol di Gedung Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2/2026). Silaturahmi itu bagian dari sinergitas dengan ojol yang merupakan program wajib Kapolri.

Baca Juga

"Tadi sempat dikeluhkan masalah helm. Kadang-kadang ada penumpangnya yang enggak mau pakai helm, alasannya jaraknya dekat, mungkin rambutnya rusak, mungkin seperti itu," kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono, Rabu (11/2/2026).

Ia mengingatkan kepada pengendara ojol agar mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun penumpang. Aturan berkendara harus tetap dilaksanakan meski ada keluhan dari penyewa jasa ojol. "Kalau misalnya mereka nolak kan mereka akan dikasih bintang satu. Nah, ini masalah dari ojol kepada pimpinannya (perusahaan)," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement