Rabu 11 Feb 2026 08:45 WIB

PBSI Dukung Format Baru Indonesia Open Berdurasi 11 Hari

Jumlah peserta dapat bertambah dengan durasi lebih panjang.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani mengembalikan kok ke arah ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (8/6/2025). Sabar dan Reza menjadi runner up setelah kalah dalam pertandingan tersebut dengan skor 21-18, 19-21, 12-21. 
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani mengembalikan kok ke arah ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (8/6/2025). Sabar dan Reza menjadi runner up setelah kalah dalam pertandingan tersebut dengan skor 21-18, 19-21, 12-21. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan format baru Indonesia Open sebagai turnamen level Super 1000 dengan durasi 11 hari. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan Badminton World Federation (BWF).

Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengatakan, penerapan durasi turnamen yang lebih panjang memang membawa konsekuensi pada meningkatnya biaya operasional. Namun, PBSI memandang kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang demi menjaga prestise Indonesia Open di level global.

Baca Juga

“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah bagi para atlet. Dengan penambahan jumlah peserta, peluang tampil di level tertinggi semakin terbuka, khususnya pada nomor tunggal.

“Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (10/2/2026).

Menurut Bambang, perhatian terhadap kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan format baru tersebut. Durasi turnamen yang lebih panjang diyakini memberi ruang istirahat yang lebih ideal bagi para pemain.

“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” katanya.

Tak hanya dari sisi teknis dan kompetisi, Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. Bambang menilai, konsep ini penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi publik.

“Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan. Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkapnya.

PBSI optimistis, penguatan unsur sportainment yang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kompetisi akan semakin memperkokoh daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulu tangkis secara global. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement