Ahad 04 Jan 2026 11:30 WIB

Malaysia Open 2026: Putri KW Uji Kesiapan, Alwi Farhan Berburu Poin

Turnamen Super 1000 Malaysia Open 2026 akan digelar di Axiata Arena 6-11 Januari.

Putri Kusuma Wardani
Foto: dok PBSI
Putri Kusuma Wardani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malaysia Open 2026 menjadi panggung awal bagi para pebulu tangkis Indonesia untuk menakar kesiapan menyambut musim kompetisi yang panjang. Turnamen Super 1000 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari itu dimaknai sebagai ajang pemanasan serius sekaligus awal perburuan poin penting menuju BWF World Tour Finals 2026.

Bagi tunggal putri Putri Kusuma Wardani, Malaysia Open menjadi sarana menguji kembali sentuhan permainan setelah melewati jeda antarmusim. Putri mengaku baru kembali ke intensitas latihan penuh usai mendapat waktu istirahat setelah tampil di World Tour Finals 2025. Fokus utamanya di turnamen pembuka ini adalah mengembalikan kondisi fisik dan rasa bermain.

Baca Juga

Pelatih, menurut Putri, sempat memberikan libur beberapa hari agar pemulihan berjalan optimal. Setelah itu, latihan kembali ditingkatkan secara bertahap.

Ia merasa kondisi tubuhnya kini lebih segar untuk memulai musim baru. Persiapan menghadapi Malaysia Open dijalani sekitar 10 hari, dengan penekanan awal pada penguatan fisik sebelum masuk ke latihan teknik.

Putri menyebut porsi latihan fisik dibuat lebih berat, sementara dua hari terakhir menjelang keberangkatan baru difokuskan pada aspek teknik dan permainan. Mengawali musim dari turnamen level Super 1000 membuatnya memilih tidak memasang target berlebihan. Ia menilai ajang ini lebih tepat dimanfaatkan sebagai tolok ukur kesiapan sebelum menjalani kalender kompetisi yang padat sepanjang 2026.

Rasa gugup tetap dirasakan Putri karena kembali memulai musim dari titik awal. Namun, ia menegaskan keinginannya untuk bermain lepas dan nyaman di lapangan. Malaysia Open, dengan persaingan ketat di awal tahun, dipandangnya sebagai langkah awal untuk kembali menemukan ritme permainan terbaik.

Di sektor tunggal putri, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Gregoria Mariska Tunjung tidak tampil karena mendapat proteksi peringkat guna pemulihan kondisi vertigo. Situasi ini membuat Putri memikul tanggung jawab sendirian di nomor tunggal putri Merah Putih.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement