Sabtu 07 Mar 2026 09:43 WIB

Jadi Pusat Penerbangan Dunia, Bandara Dubai Rugi Rp15 Miliar Per Menit Akibat Perang

Kerusakan ekonomi yang ditimbulkan akibat perang senilai Rp78,5 T

Pria melihat monitor penerbangan di Dubai International Airport. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mencabut larangan masuk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona jenis baru pada Ahad (3/1).
Foto: EPA
Pria melihat monitor penerbangan di Dubai International Airport. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mencabut larangan masuk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian virus corona jenis baru pada Ahad (3/1).

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Selama puluhan tahun, Bandara Internasional Dubai (DXB) menjadi simbol konektivitas global yang tak pernah tidur. Kinerja 24 jam bandara tersebut harus berhenti seiring perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat-Israel menyerang Iran pada pekan lalu.

Mesin raksasa ekonomi dunia itu dipaksa berhenti berdetak pada 28 Februari hingga 3 Maret 2026. Simpul  penerbangan tersibuk di planet ini berubah menjadi zona sunyi yang mencekam.

Baca Juga

Otoritas Penerbangan Sipil Dubai mengungkapkan angka yang mengerikan: penutupan total operasional bandara telah memicu kerugian ekonomi sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp 15,7 miliar) setiap menitnya. Hingga hari kelima perang, total kerusakan ekonomi dilaporkan telah melampaui angka 5 miliar dolar AS (Rp78,5 triliun), lapor Al Mayadeen.

Bagi UEA, penerbangan bukan sekadar sektor jasa. Industri ini sudah menjadi tulang punggung kedaulatan ekonomi. Di Dubai, sektor aviasi menyumbang sekitar 27% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sektor ini pun terdampak sejak perang pecah pada Sabtu pekan lalu. Lebih dari 12.300 jadwal penerbangan dibatalkan.

Ribuan penumpang dari berbagai belahan dunia terdampar di terminal-terminal mewah yang kini berubah menjadi kamp pengungsian sementara. Tidak hanya DXB, Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) dan Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi juga menangguhkan seluruh aktivitas kargo dan komersial. Mereka memutus aliran perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat.

photo
Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026. - (EPA)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement