REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, menyatakan, dominasi platform global menyedot potensi pendapatan iklan media konvensional. Hal itu menjadi penyebab utama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang industri medi saat ini.
Komaruddin menjelaskan, iklan yang dulunya menjadi "amunisi" atau sumber pendapatan utama bagi televisi dan media arus utama lainnya, kini beralih ke media sosial (medsos). Tidak sedikit, iklan masuk ke layanan video berbagi, seperti YouTube.
"Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya (income) menurun. Dari mana income-nya? Dari iklan. Iklan larinya ke medsos," kata Komaruddin di sela Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Provinsi Banten, Ahad (8/2/2026).