Sabtu 07 Feb 2026 19:31 WIB

Iran akan Gempur Pangkalan Militer AS Jika Diserang

AS dan Iran sepakat untuk lakukan pertemuan lanjutan.

 Berbagai jenis rudal Iran jarak jauh dan pembawa roket dipajang di sekitar pameran pertahanan Teheran di Teheran, Iran, Jumat (24/2/2023). (Dikeluarkan Sabtu (25/2/2023). Menurut kantor berita Iran Amir Hajizadeh kepala pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi mengatakan Jumat malam bahwa Iran telah mengembangkan rudal jelajah yang disebut
Foto: EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENARE
Berbagai jenis rudal Iran jarak jauh dan pembawa roket dipajang di sekitar pameran pertahanan Teheran di Teheran, Iran, Jumat (24/2/2023). (Dikeluarkan Sabtu (25/2/2023). Menurut kantor berita Iran Amir Hajizadeh kepala pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi mengatakan Jumat malam bahwa Iran telah mengembangkan rudal jelajah yang disebut

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA - - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.

“Jika Washington menyerang kami, tidak ada kemungkinan untuk menyerang wilayah AS, tetapi kami akan menyerang pangkalan-pangkalan mereka di kawasan ini,” katanya dalam Forum Aljazirah, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa langkah balasan tersebut tidak berarti Iran menyerang negara-negara tetangga.

Araghchi juga menyinggung mengenai perundingan lanjutan antara Iran dengan Amerika Serikat mengenai nuklir yang berakhir pada Jumat (7/2) di Oman, pasc ketegangan berminggu-minggu karena Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengambil tindakan militer terhadap Teheran.

Menteri Iran itu menyampaikan bahwa putaran kedua perundingan mengenai nuklir antara Iran dan Amerika Serikat belum ditentukan tanggalnya. Namun demikian, baik Teheran maupun Washington sepakat bahwa pertemuan baru harus segera dilaksanakan.

Lebih lanjut, Araghchi menuturkan bahwa Iran tidak akan mengekspor uranium yang telah diperkaya ke luar negeri.

“Tingkat pengayaan bergantung pada kebutuhan Iran, dan uranium yang diperkaya tidak akan meninggalkan negara ini,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan membahas program misilnya, baik sekarang maupun di masa mendatang, karena hal tersebut merupakan urusan pertahanan.

 

 

sumber : Sputnik/antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement