Rabu 04 Mar 2026 14:06 WIB

IRGC: Tak Satu Pun Kejahatan Amerika dan Israel Kami Biarkan tanpa Balasan, Perang Berlanjut

Korban jiwa warga sipil di Iran telah melampaui 700 orang.

Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah tidak akan membiarkan serangan AS dan Israel begitu saja dan akan membalasnya. AS-Israel telah menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, dan gedung pernikahan untuk membuat panik masyarakat Iran. Korban jiwa warga sipil di Iran telah melampaui 700 orang.

"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut," kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip stasiun TV IRIB, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga

Menurut IRGC, dalam sehari terakhir, satu keluarga tewas akibat serangan rudal Tomahawk yang menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh. Lima orang juga dilaporkan tewas ketika rudal AS menghantam mobil pribadi di Salman. Rudal AS juga menghantam sebuah rumah di distrik Kasemiyeh, Urmia, dan menewaskan pasangan lanjut usia, kata IRGC.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.

Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Kebohongan AS

Pubik Amerika Serikat terbelah. Alasan AS untuk menyerang Iran dipertanyakan. Apakah serangan itu hanya karena 'menuruti' kemauan Israel? Atau memang operasi militer tersebut adalah hak bela diri AS terhadap kemungkinan serangan dari Teheran.

Menengok pernyataan dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Paman Sam itu sebenarnya sadar bahwa Israel akan melancarkan serangan terlebih dahulu ke Iran. Jadi, bukan AS yang secara langsung terancam oleh Iran. "Kami tahu akan ada aksi (serangan) Israel," katanya kepada wartawan pada Senin.

"Kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih besar."

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi