Kamis 05 Mar 2026 09:54 WIB

Belum Juga Nyerang, Tentara Kurdistan yang Dipersenjatai AS Digempur Lebih Dulu oleh Pasukan Iran

Donald Trump mempersenjatai pasukan Kurdi untuk menggulingkan tentara Iran.

Pasukan penyelamat bekerja di antara puing-puing setelah serangan roket Iran yang menghantam Beit Shemesh dekat Yerusalem, Israel, 01 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Pasukan penyelamat bekerja di antara puing-puing setelah serangan roket Iran yang menghantam Beit Shemesh dekat Yerusalem, Israel, 01 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- AS akan mempersenjatai tentara Kurdi untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Namun belum juga menyerang, Teheran telah terlebih dulu menggempur basis pasukan Kurdistan Iran.

Stasiun televisi Iran, Press TV, melaporkan bahwa pasukan Iran telah melancarkan operasi yang menargetkan “pasukan separatis anti-Iran” di wilayah Kurdi di negara tetangga Irak.

Baca Juga

Cuplikan video yang diposting di X oleh Press TV menunjukkan ledakan yang menerangi langit malam selama operasi tersebut. Media tersebut tidak menyebutkan lokasi serangan.

Aljazirah melaporkan bahwa beberapa ledakan terjadi di provinsi Sulaimaniyah di Irak utara. Sumber lokal mengatakan serangan tersebut menargetkan markas besar Asosiasi Buruh Kurdistan, atau Komala, sebuah kelompok bersenjata Kurdi Iran di Irak.

Serangan tersebut terjadi di tengah laporan bahwa kelompok bersenjata Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS dalam beberapa hari terakhir tentang apakah, dan bagaimana, menyerang pasukan keamanan Iran di bagian barat negara itu.

Menurut kantor berita Reuters, koalisi kelompok Kurdi Iran yang berbasis di perbatasan Iran-Irak telah berlatih untuk melancarkan serangan semacam itu dengan harapan melemahkan militer Teheran.

Sebelumnya, kantor berita Tasnim Iran membantah laporan tentang pejuang Kurdi bersenjata yang menyeberang ke Iran dari Irak.

Laporan ini dikabarkan oleh Media Israel the Jerusalem Post. Media itu melaporkan, ratusan pejuang Kurdi telah memulai aktivitas darat di dalam Iran dari daerah-daerah dekat perbatasan Irak. Demikian dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan Amerika kepada The Post pada Rabu.

Pasukan Kurdi yang beroperasi di sepanjang perbatasan Iran-Irak dianggap sebagai salah satu kelompok oposisi bersenjata yang dapat menghadapi rezim di Teheran.

Menurut sumber-sumber Kurdi, pasukan ini telah mempersiapkan diri dalam beberapa hari terakhir untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Iran barat dengan tujuan menekan pasukan keamanan Iran dan menyebar mereka ke berbagai wilayah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement