Sabtu 07 Feb 2026 16:27 WIB

Buka Muswil PPP Jateng, Mardiono Minta Kader Akhiri Perbedaan

Mardiono jelaskan perjuangan partai tak sama dengan perjuangan individu.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Erdy Nasrul
Ketua Umum PPP Mardiono.
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Ketua Umum PPP Mardiono.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono meminta para kader partainya di Jawa Tengah (Jateng) agar solid dan tak lagi memperpanjang masalah perbedaan internal. Dia mengatakan, PPP membutuhkan kekompakan untuk bisa bersaing dalam pemilu 2029.

Mardiono mengungkapkan, perjuangan partai tidak sama dengan perjuangan individu. "Kita berkelompok, berkoordinasi, karena ingin mendapatkan kekuatan yang besar, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan besar yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, tidak hanya untuk kita sendiri," ucapnya saat membuka Muswil IX DPW PPP Jateng di Hotel Patra Semarang, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga

"Mari kita kedepankan, kepentingan perjuangan adalah kepentingan yang segala-galanya, di atas kepentingan pribadi dan golongan. Tidak usah kita melanjutkan soal perbedaan," tambah Mardiono.

Muktamar PPP ke-10 yang digelar di Jakarta pada September 2025 lalu diketahui berakhir dengan aksi saling klaim kursi ketua umum secara aklamasi antara Mardiono dan Agus Suparmanto. Namun kedua kubu akhirnya berhasil islah. Sebanyak 30 dari 35 DPC PPP se-Jateng mendukung Agus sebagai ketua umum dalam Muktamar PPP tahun lalu.

Dalam lanjutan sambutannya di Muswil IX DPW PPP Jateng, Mardiono mengatakan bahwa politisi harus siap menghadapi perbedaan. "Kalau tidak siap untuk berbeda pandangan, berarti bukan politisi. Karena politisi disiapkan untuk menjadi pemimpin, dan pemimpin pasti akan berhadapan dengan perbedaan-perbedaan," ujarnya.

Dia menambahkan, setiap perbedaan harus bisa diselesaikan melalui dialog hingga melahirkan sebuah keputusan yang dapat disepakati. "Tapi ketika sudah menjadi keputusan, ya itulah yang harus dijalankan," kata Mardiono.

"Jadi politisi harus siap menghadapi perbedaan, tapi juga harus mampu menyelesaikan. Kan dari perbedaan itu, kemudian itu menjadi aset kekuatan bagi sebuah perjuangan," sambung Mardiono.

Dia mengungkapkan, dalam pemilu 2029 mendatang, PPP memiliki target agar dapat kembali lolos ke Senayan. Menurutnya, hal itu membutuhkan konsolidasi partai yang kuat.

"Apalagi nanti pemilu 2029, itu 60-70 persen (pemilih) adalah Generasi Z dan Generasi Milenial. Oleh karena itu, kita harus kerja langsung pada kerja-kerja elektoral, turun di lapangan, terus berkomunikasi dengan masyarakat," ucap Mardiono.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement