Senin 26 Jan 2026 21:57 WIB

Iran Siap Meladeni Serangan AS

Teheran mengancam serangan ke Iran akan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berpidato di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu 17 Januari 2026.
Foto: XinHua
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berpidato di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu 17 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Senin menyatakan bahwa mereka lebih siap dari sebelumnya untuk menanggapi setiap potensi serangan terhadap negara tersebut. Pernyataan itu ditegaskan Teheran seiring meningkatnya ketegangan secara dramatis dengan Amerika Serikat pascagelombang protes baru-baru ini di Iran.

Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan situasi tersebut sebagai “perang campuran”. Hal itu merujuk pada perang 12 hari yang terjadi pada Juni lalu serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel.

Baca Juga

Ia mengatakan ancaman dan klaim tanpa dasar terus datang dari AS dan Israel, dengan mengutip pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai kapal-kapal perang AS yang bergerak menuju Teluk Persia.

Baghaei juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja.

Juru bicara itu menegaskan kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai konsekuensi dari setiap serangan militer AS, serta mendesak mereka untuk mengambil sikap yang jelas terhadap ancaman AS.

“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut.

 

sumber : Anadolu/Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement