Selasa 10 Mar 2026 06:22 WIB

Senator AS Ancam Saudi Jika tak Mau Ikut Menyerang Iran

Lindsey Graham mencoba melobi Saudi agar mau menyerang Iran.

Seorang anggota Bulan Sabit Merah Iran berjalan ketika asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran menyusul serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Seorang anggota Bulan Sabit Merah Iran berjalan ketika asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran menyusul serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator AS Lindsey Graham mengecam Arab Saudi karena tidak mau menyerang Iran. Ia mengancam dengan menyebut akan ada konsekuensi terhadap negara-negara Teluk lainnya jika mereka tidak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

“Sepemahaman saya, Kerajaan menolak untuk menggunakan militer mereka yang mumpuni sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri rezim Iran yang biadab dan teroris yang telah meneror kawasan dan membunuh 7 warga Amerika,” tulis Graham di X.

Baca Juga

“Haruskah Amerika membuat perjanjian pertahanan dengan negara seperti Kerajaan Arab Saudi yang tidak mau bergabung dalam pertempuran yang saling menguntungkan?” tambahnya.

Unggahan Graham secara efektif mengonfirmasi apa yang sebelumnya dikatakan seorang pejabat AS kepada Middle East Eye bahwa Riyadh telah mencegah AS mengakses pangkalan-pangkalan militernya untuk operasi ofensif.

Komando Pusat AS mengatakan pada Senin bahwa seorang tentara Amerika ketujuh tewas akibat luka yang dideritanya pada 1 Maret dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Arab Saudi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement