Selasa 20 Jan 2026 22:15 WIB

Kemendagri: Penghargaan Bagi Daerah Jangan Jadi Titik Akhir Berinovasi

Setiap inovasi memiliki siklus pertumbuhan hingga mencapai titik kematangan

Kepala BKSDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo
Foto: Ist
Kepala BKSDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo

REPUBLIKA.CO.ID,KLUNGKUNG — Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan, capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.

Dalam paparannya, Yusharto menekankan, keberhasilan daerah dalam meraih penghargaan inovasi justru harus menjadi pemicu untuk memikirkan inovasi berikutnya. Menurut dia, inovasi memiliki sifat dinamis dan menuntut keberlanjutan agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Baca Juga

“Pemenang inovasi hari ini harus mulai berpikir, inovasi selanjutnya apa. Inovasi itu tidak ada matinya,”ujar dia dalam kegiatan audiensi Pemerintah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung pada Selasa(20/1/2026).

Dia menjelaskan konsep kurva S inovasi, yang menggambarkan jika setiap inovasi memiliki siklus pertumbuhan hingga mencapai titik kematangan. Pada fase tersebut, daerah dituntut untuk membuka “jendela inovasi” baru agar inovasi tidak berhenti. “Kalau kurva S dibiarkan berhenti, inovasi akan mati. Karena itu, perlu inovasi lanjutan yang saling terhubung,”jelas Yusharto.

Lebih lanjut, Yusharto mencontohkan praktik baik yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi, yang mampu membangun ekosistem inovasi secara berkelanjutan. Menurutnya, satu inovasi dapat dikembangkan dan ditautkan dengan inovasi lainnya, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi berkembang menjadi budaya inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah.

photo
Audiensi Pemkab Klungkung dengan BKSDN Kemendagri - (Ist)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement