REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Nusa Mandiri (UNM) resmi mentransformasi Program Magister Ilmu Komputer (S2) menjadi Program Magister Informatika di bawah naungan Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Perubahan ini telah memperoleh legitimasi melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Transformasi ini menjadi langkah UNM dalam memperkuat identitas keilmuan sekaligus menegaskan informatika sebagai disiplin utama yang menaungi pengembangan kecerdasan buatan, data science, rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, serta inovasi berbasis komputasi yang dibutuhkan industri digital.
Ketua Prodi Magister Informatika UNM, Agus Subekti menegaskan perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penyesuaian strategis terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan pasar.
“Magister Informatika dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan inovasi yang aplikatif. Ini penting agar lulusan mampu memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat digital,” jelasnya dalam rilis yang diterima, Selasa (20/1/2026).
Ia juga menegaskan perubahan nomenklatur ini tidak memengaruhi status akademik mahasiswa maupun lulusan.
“Seluruh proses pembelajaran, pengakuan akademik, dan status akreditasi tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mahasiswa dan alumni tetap mendapatkan hak dan pengakuan yang sama,” kata Agus.
Agus mengungkapkan, sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus melakukan penyelarasan kurikulum Magister Informatika dengan perkembangan teknologi terkini, termasuk Artificial Intelligence, big data, blockchain, dan keamanan sistem informasi, sekaligus memperkuat riset dosen dan mahasiswa serta jejaring kerja sama dengan industri dan perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional.
“Melalui transformasi ini, UNM menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan ekonomi digital. Program Studi Magister Informatika diharapkan menjadi pusat pengembangan keilmuan yang inovatif, berorientasi riset, dan mampu melahirkan SDM unggul yang siap berperan sebagai akademisi, peneliti, maupun profesional di era transformasi digital,” kata Agus.