Sabtu 03 Jan 2026 21:32 WIB

Antisipasi Rob hingga 7 Januari, DKI Siagakan Pompa dan Bangun Tanggul Darurat

Pasukan Biru juga disiagakan guna memastikan penanganan cepat.

Anak-anak bermain saat banjir rob menggenangi permukimannya di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi sepuluh wilayah di pesisir Jakarta Utara berpotensi banjir rob hingga 12 November mendatang. wilayah DKI Jakarta yang terdampak yakni, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke dan Penjaringan. Potensi banjir rob di Jakarta Utara tersebut disebabkan oleh adanya fenomena fase perigee dan bulan purnama yang dapat menyebabkan air laut pasang. BPBD DKI Jakrta mengungkapkan ketinggian air laut periode 3-12 November 2025 diperkirakan sekitar 0,35 hingga 0,95 meter, sementara untuk ketinggian air maksimum diprediksi akan terjadi pada 7 November besok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memgimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman potensi banjir rob di wilayah Jakarta Utara.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anak-anak bermain saat banjir rob menggenangi permukimannya di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi sepuluh wilayah di pesisir Jakarta Utara berpotensi banjir rob hingga 12 November mendatang. wilayah DKI Jakarta yang terdampak yakni, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke dan Penjaringan. Potensi banjir rob di Jakarta Utara tersebut disebabkan oleh adanya fenomena fase perigee dan bulan purnama yang dapat menyebabkan air laut pasang. BPBD DKI Jakrta mengungkapkan ketinggian air laut periode 3-12 November 2025 diperkirakan sekitar 0,35 hingga 0,95 meter, sementara untuk ketinggian air maksimum diprediksi akan terjadi pada 7 November besok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memgimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman potensi banjir rob di wilayah Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru juga disiagakan guna memastikan penanganan cepat di lapangan.

“Upaya tersebut meliputi pembangunan tanggul darurat, penyiagaan pompa air stationer maupun mobile, serta pengoperasian pintu air di sejumlah titik pesisir utara Jakarta,” kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga

Ika menegaskan seluruh sumber daya telah dipersiapkan untuk meminimalkan dampak limpasan air laut ke daratan.

“Dinas SDA menyiagakan pompa stationer, pompa mobile, pintu air, serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan,” ujarnya.

Adapun rumah pompa dan pintu air yang disiagakan meliputi Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa atau Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, serta Pompa Tanjungan.

Selain pengoperasian infrastruktur pengendali rob, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu penyelesaian tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Lokasi pembangunan tanggul darurat berada di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Marunda Pulo, serta di depan Jakarta International Stadium (JIS).

“Kami berharap langkah-langkah ini efektif menahan limpasan air laut sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman,” kata Ika.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan akibat banjir rob.

Informasi terkini dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI, atau dengan menghubungi nomor darurat 112 apabila terjadi kondisi mendesak.

Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni:

  1. Tanjungan, terutama di sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak.
  2. Muara Angke, meliputi kawasan permukiman pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta area Pluit Raya dan Pluit Utara.
  3. Muara Baru, khususnya kawasan pelabuhan dan industri.
  4. Marunda, di antaranya sekitar Museum Si Pitung dan RW 07.
  5. Pasar Ikan (Sunda Kelapa), terutama di sekitar kawasan pelabuhan.
  6. Tanjung Priok dan Kalibaru, khususnya di sekitar Jalan Sulawesi dan Jalan Industri.
  7. Ancol, terutama di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan JIS.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement