REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Pemerintah Venezuela menolak kehadiran pasukan asing, kata Menteri Pertahanan (Menhan) Vladimir Padrino Lopez setelah Amerika Serikat (AS) berhasil melancarkan serangan berskala besar terhadap negara tersebut. Pasukan elite Delta Force dilaporkan berhasil membawa Presiden Nicolas Maduro keluar dari negaranya dalam operasi tersebut.
"Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan, dan kehancuran," kata Padrino dalam sebuah pesan video di Caracas, Sabtu (3/12/2025).
Padrino mengatakan, Venezuela sedang mengumpulkan informasi terkait jumlah korban luka dan korban meninggal. Dia menyebut, tindakan AS masuk ke wilayah Venezuela sebagai pelanggaran kedaulatan.
"Menghadapi serangan keji dan pengecut yang mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan ini, kami menyampaikan kecaman paling keras kepada komunitas internasional dan seluruh organisasi multilateral untuk mengutuk pemerintah Amerika Serikat atas pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional," ujarnya dikutip dari Anadolu.
Sebelumnya, sumber Venezuela mengatakan kepada Sky News Arabia bahwa rumah Menhan Padrino Lopez di Caracas juga menjadi sasaran penembakan. Saksi mata menggambarkan melihat apa yang tampak seperti helikopter di atas kepala, dengan spekulasi daring yang menunjukkan kemungkinan helikopter CH-47 Chinook Angkatan Darat AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Padrino setelah Trump mengatakan, AS berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela. Trump juga mengeklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
"Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Trump mengatakan, operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Dia menambahkan bahwa rincian tambahan tentang penangkapan Maduro akan dirilis kemudian, dan sebuah konferensi pers akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.