Sabtu 03 Jan 2026 18:51 WIB

AS Serang Venezuela, Indonesia Serukan Deeskalasi

Saat ini seluruh WNI yang berada di Venezuela dalam kondisi aman.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fitriyan Zamzami
Pejalan kaki berlari setelah terdengar ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
Foto: AP Photo/Matias Delacroix
Pejalan kaki berlari setelah terdengar ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan, mereka memantau perkembangan situasi di Venezuela setelah Amerika Serikat (AS) menyerang negara tersebut. KBRI Caracas juga secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan para WNI di sana. 

"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela. Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Venezuela," ungkap Kemlu RI lewat akun X resminya, Sabtu (3/1/2026). 

Baca Juga

Menurut Kemlu RI, saat ini seluruh WNI yang berada di Venezuela dalam kondisi aman. "Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas," kata Kemlu RI. 

Pemerintah RI menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil. "Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB," ungkap Kemlu RI. 

Beberapa wilayah di Venezuela diguncang ledakan pada Sabtu dini hari waktu setempat. Ledakan turut terjadi di Ibu Kota Venezuela, Caracas. Otoritas di Venezuela kemudian menuding AS sebagai aktor di balik serangan udara tersebut. 

photo
Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). - (AP Photo/Matias Delacroix)

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa negaranya telah melancarkan serangan ke Venezuela. "Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela,” kata Trump melalui platform Truth Social, Sabtu. 

Dia pun mengeklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap. "Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” ujarnya. 

Trump mengungkapkan, dia akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan informasi mendetail soal serangan ke Venezuela. Di bawah kepemimpinan Maduro, AS telah berulang kali terlibat ketegangan diplomatik dengan Venezuela. 

Ketegangan terbaru kedua negara dimulai ketika Trump memerintahkan pengerahan kapal perang, termasuk pesawa tempur AS, di wilayah Karibia. Pengerahan itu merupakan bagian dari operasi anti-narkotika. Washington sempat menuding Maduro sebagai pemimpin "Cartel of the Suns," sebuah jaringan narkoba yang melibatkan pejabat militer Venezuela. Mereka dituding membanjiri AS dengan kokain. 

Pada akhir Desember 2025, AS melancarkan serangan darat pertamanya terhadap fasilitas yang diklaim terkait dengan narkotika di Venezuela. Ketegangan kemudian berlanjut hingga kini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement