Jumat 06 Mar 2026 20:55 WIB

Kemlu RI: Semua Agenda Terkait BoP Ditangguhkan

"Semua pembahasan terkait BoP saat ini, on hold,” kata Yvonne.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Foto: ANTARA/HO-Instagram/@sekretariat.kabinet/pri
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menunda semua pembicaran terkait Board of Peace (BoP) menyusul perang antara Amerika Serikat (AS)-Zionis Israel dan Republik Islam Iran. Agresi AS-Zionis ke Teheran memicu perlawanan balasan Iran ke wilayah penjajahan Israel di Palestina dan menyasar negara-negara Teluk Arab yang menjadi pangkalan-pangkalan militer AS.

Indonesia pun didesak untuk segera keluar dari BoP melihat fakta AS dan Israel sebagai ketua, pun anggota BoP yang melakukan agresi penyerangan terhadap Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang mengatakan, Presiden Prabowo belum menarik partisipasi Indonsia dari BoP bentukan Presiden AS Donald Trump tersebut.

Baca Juga

Pemerintah, masih terus melakukan penilaian baik-buruk kelanjutan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza, Palestina itu. Termasuk penilaian Indonesia untuk membantu masyarakat di Gaza, namun dengan melihat perspektif dampak meluas AS-Zionis yang menyerang Iran belakangan ini.

“Kami sampaikan kita terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap berbagai perkembangan di kawasan, khususnya yang terjadi di Timur Tengah,” ujar Yvonne di Kemenlu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Atas situasi tersebut, kata Yvonne, Indonesia menangguhkan semua agenda apapun yang terkait dengan BoP di luar negeri. “Bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace ditangguhkan, atau istilahnya di-on hold,” ujar Yvonne.

Menurut dia, semua rapat, diskusi, maupun forum-forum internasional yang membahas tentang BoP ditangguhkan. “Dan tidak ada meeting, atau pembahasan khusus terkait Board of Peace dalam seminggu terakhir ini. Dan sebagaimana kami smapaikan, semua pembahasan terkait BoP saat ini, on hold,” sambung Yvonne.

Meskipun begitu, kata dia, Indonesia masih tetap berada dalam keanggotaan BoP. Dan belum ada keputusan dari hasil evaluasi di lingkungan presiden, untuk membawa Indonesia keluar dari partisipasi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Palestina itu.

“Partisipasi kita di Board of Peace, tetap konsisten untuk mendukung stabilitas dan rekonstruksi di Palestina,” ujar Yvonne.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement