Jumat 26 Dec 2025 15:16 WIB

Banjir Susulan yang Terjang Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah Diklaim Sudah Surut

Kendala utama di lapangan saat ini masih banyaknya sisa material banjir.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Mas Alamil Huda
Warga berjalan di antara tumpukan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga berjalan di antara tumpukan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 24 Desember 2025. Daerah terdampak banjir susulan tersebut meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah. Namun, kondisi banjir dilaporkan telah surut pada 25 Desember 2025.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan banjir susulan terjadi di wilayah yang sebelumnya sudah terdampak banjir utama. Dalam peristiwa tersebut, 19 orang dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara sebagian besar warga telah lebih dulu melakukan evakuasi mandiri. “Tidak terdapat laporan kerusakan akibat banjir susulan ini,” kata Harris saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga

Menurut Basarnas, banjir susulan diduga dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Di sisi lain, aliran sungai belum kembali normal akibat endapan lumpur dan material yang terbawa banjir sebelumnya.

Dalam menghadapi kemungkinan bencana susulan, Basarnas meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, menempatkan petugas di posko SAR di daerah rawan, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Satgas SAR, dan relawan.

Harris menambahkan, kendala utama di lapangan saat ini masih banyaknya sisa material banjir seperti kayu dan tanah.

"Imbauan kami adalah agar seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap terjadinya bencana susulan, baik banjir maupun longsor, tetap memantau kondisi dan keadaan serta informasi resmi dari pemerintah. Dan memantau kondisi cuaca dan informasi dari BMKG," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement