Jumat 19 Dec 2025 19:03 WIB

Puluhan Masjid di Aceh Timur Rusak Berat

Pemerintah diharapkan membantu pemulihan masjid-masjid di lokasi bencana banjir.

Suasana Masjid Muhyiddin saat pelaksanaan shalat Jumat di Desa Minuran, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana Masjid Muhyiddin saat pelaksanaan shalat Jumat di Desa Minuran, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Aceh Timur mencatat sebanyak 24 masjid mengalami kerusakan berat akibat banjir pada akhir November 2025. Ada kemungkinan jumlah masjid yang rusak lebih banyak.

Ketua BKPRMI Kabupaten Aceh Timur Muhammad Ishak di Aceh Timur, Jumat, mengatakan data kerusakan masjid tersebut masih bersifat sementara. Pendataan terus dilakukan di lapangan, tetapi terkendala jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak banjir.

Baca Juga

"Ada sebanyak 24 masjid rusak akibat banjir. Ini masih data sementara, karena pendataan masih berlangsung dan petugas pendata mengalami kesulitan jaringan di beberapa lokasi bencana," katanya.

Muhammad Ishak yang akrab disapa Cek Mad mengatakan masjid-masjid yang rusak akibat banjir tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Peunaron, Pante Bidari dan Simpang Jernih.

"Kerusakan yang terjadi tergolong berat, mulai dari bangunan utama terendam banjir, dinding dan lantai rusak, hingga fasilitas pendukung, seperti mimbar, karpet, dan instalasi listrik yang tidak dapat digunakan," katanya.

photo
Jamaah usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Muhyiddin, Desa Minuran, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). - (Republika/Thoudy Badai)

Sedangkan masjid-masjid yang sebelumnya terendam banjir, kata dia, kini air mulai surut. Saat ini, relawan BKPRMI sedang membersihkan masjid-masjid tersebut.

"Pembersihan meliputi pengangkatan lumpur, pembersihan lantai dan dinding serta penataan kembali perlengkapan ibadah yang masih bisa digunakan," kata Muhammad Ishak.

Terkait masjid rusak berat, Muhammad Ishak mengatakan belum dapat difungsikan untuk kegiatan ibadah, terutama shalat berjamaah dan aktivitas keagamaan lainnya.

BKPRMI Aceh Timur berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta para dermawan untuk membantu proses pemulihan dan perbaikan masjid-masjid terdampak banjir.

"Masjid merupakan pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kami berharap ada langkah cepat dan dukungan semua pihak agar masjid dapat segera diperbaiki dan kembali digunakan oleh jamaah," kata Muhammad Ishak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement