Kamis 18 Dec 2025 16:38 WIB

Kepala BRIN Upayakan Dana Riset Naik Menjadi Rp 1 Triliun

Kenaikan anggaran riset dinilai penting untuk mendukung ekosistem inovasi nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria mengaku sedang mengupayakan untuk meningkatkan pendanaan riset agar dapat mencapai Rp 1 triliun. Kenaikan anggaran riset dinilai penting untuk mendukung ekosistem inovasi nasional.

Dalam Penganugerahan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Award 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025), Kepala BRIN Arif mengatakan, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-55 dalam Global Innovation Index pada 2025 dan masih berada di bawah sejumlah negara Asia Tenggara. "Di BRIN, kita lagi mengupayakan dana riset naik 4 kali lipat. Dari Rp 200 miliar, kita naikkan menjadi Rp 1 triliun," kata Kepala BRIN.

Baca Juga

Jika peningkatan anggaran penelitian disetujui, akan terjadi kenaikan sekitar 4-5 kali lipat untuk implementasi tahun 2026. Peningkatan pendanaan itu diperlukan untuk mendukung ekosistem inovasi nasional.

Dia mengaku sudah berbicara dengan menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (mendikdasmen), kepala dari Kemendikdasmen, serta menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (mendiktisaintek) untuk meningkatkan inovasi secara nasional. "Saya yakin ini tahun depan insya Allah akan bisa naik peringkat kita, dan 2028-2029 insya Allah kita akan bisa sampai di peringkat ke 45 atau 46," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BRIN mengatakan, terdapat tiga sumber pendanaan yang akan digunakan BRIN untuk pendanaan riset dan penelitian. Tidak hanya dari APBN, tapi juga berasa dari sumber alternatif, termasuk dari dunia usaha, seperti Danantara dan pendanaan dari lembaga internasional.

Sebelumnya, pagu anggaran APBN untuk BRIN pada 2026 mendapatkan alokasi sebesar Rp 6,144 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan Rp 300 miliar dari alokasi sebelumnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement