Sabtu 29 Nov 2025 12:11 WIB

Korban Bencana Agam Sumbar Bertambah Jadi 86 Orang, 88 Warga Masih Hilang

Tim gabungan terus menyisir wilayah terdampak untuk mencari korban.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Longsor yang terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah perbukan pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sedikitnya tujuh korban meninggal dunia, belasan lainnya hilang, dan akses menuju lokasi putus total.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Longsor yang terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah perbukan pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sedikitnya tujuh korban meninggal dunia, belasan lainnya hilang, dan akses menuju lokasi putus total.

REPUBLIKA.CO.ID, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat total korban meninggal dunia dampak bencana alam di daerah itu mencapai 86 orang. Sedangkan, korban yang belum ditemukan mencapai 88 orang.

"Ini update data pada Jumat (28/11) malam," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga

Ia mengatakan 86 korban itu tersebar di lima kecamatan, yakni, Kecamatan Malalak berupa banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari atau Desa Malalak Timur dengan jumlah 10 orang atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Kecamatan Tanjung Raya berupa tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko dua orang atas nama Safarudin dan Emninar, Kecamatan Matur berupa tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak satu orang atas nama Rajibah, Kecamatan Palembayan berupa banjir bandang 74 orang tersebar di Jorong Koto Alam 21 orang atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.

Selain itu, Jorong Sumbarang 16 orang atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan, Kampuang Tangah tujuh orang atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni, Jorong Kampung Tangah Timur sembilan orang atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.

"Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga," katanya.

Saat ini masih sekitar 88 orang belum ditemukan tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur tujuh orang, terseret arus Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung satu orang.

Selain itu, dua korban tertimbun longsor di Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dan Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 78 orang.

"Masih banyak korban belum ditemukan dan berharap bisa ditemukan dalam waktu dekat," katanya.

photo
Petugas memindahkan harimau Sumatera (panthera Tigris Sumatrae) yang sudah dibius di Nagari Palupuah, Agam, Sumatera Barat, Sabtu (22/11/2025). Tim BKSDA Sumatera Barat mengupayakan penyelamatan harimau Sumatera yang terkena jerat babi yang dipasang di sekitar ladang masyarakat untuk kemudian dievakuasi ke kebun binatang Bukittinggi untuk observasi. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Pencarian 88 korban dilanjutkan pada Sabtu pagi, dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan lainnya.

Tim juga melakukan evakuasi warga yang terisolasi karena jalan terputus ke lokasi yang telah disediakan.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement