REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tujuh warga Palestina telah meninggal karena kelaparan dan kekurangan gizi di Gaza selama 24 jam terakhir di tengah blokade total Israel terhadap wilayah tersebut. Hal ini meningkatkan jumlah kematian terkait kekurangan gizi di Gaza menjadi 339, termasuk 124 anak-anak.
Kantor berita WAFA melaporkan, sejak Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) mengumumkan kelaparan di Gaza pada 22 Agustus, tercatat 61 kematian, termasuk sembilan anak-anak, akibat kelaparan ekstrem. Penilaian internasional IPC, yang melibatkan PBB dan organisasi mitranya, telah mengkonfirmasi kondisi kelaparan di Gaza dan memperingatkan bahwa kelaparan diperkirakan akan menyebar ke provinsi Deir al-Balah dan Khan Younis pada akhir September.
Laporan IPC menunjukkan bahwa lebih dari 500.000 orang di Gaza menghadapi kondisi bencana—fase kelima dan paling parah—yang ditandai dengan kelaparan ekstrem, kematian, kemiskinan, dan angka malnutrisi akut yang sangat tinggi.
Selain itu, 1,07 juta orang (54 persen dari populasi) sedang mengalami fase empat, yang diklasifikasikan sebagai kerawanan pangan tingkat darurat, sementara 396.000 orang (20 persen) berada di fase tiga, yang didefinisikan sebagai kerawanan pangan tingkat krisis.
Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu adalah inisiatif global yang mencakup badan-badan PBB, mitra regional, dan organisasi bantuan, yang mengurutkan kerawanan pangan dalam lima fase, dengan kelaparan sebagai tahap kelima yang paling parah.

Sementara, penjajah Israel melancarkan serangan udara di berbagai lokasi di Kota Gaza, termasuk bangunan tempat tinggal, toko roti populer, dan tenda di sebelah barat kota, yang mengakibatkan puluhan kematian dan cedera. Sementara itu, tentara pendudukan telah kehilangan 900 perwira dan tentara sejak dimulainya operasi pencaplokan Gaza.
Para dokter di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang terluka dalam penembakan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di lingkungan Al-Rimal adalah wanita dan anak-anak, dan kondisi mereka kritis.
Penjajah juga mengebom sebuah toko roti populer dan sebuah tenda di lingkungan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza, menewaskan 12 orang. Korban jiwa akibat tembakan tentara Israel di Gaza sejak Ahad sedikitnya 18 orang, termasuk 13 pencari bantuan, menurut sumber di rumah sakit di Jalur Gaza.
Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengkonfirmasi kematian seorang warga Palestina dan cederanya orang lain dalam serangan Israel terhadap warga Palestina di kamp pengungsi Al-Bureij di Jalur Gaza tengah.
Ketika penembakan di lingkungan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza, semakin intensif, sumber medis di Rumah Sakit Baptis melaporkan kematian empat warga Palestina dan cedera lainnya dalam serangan Israel yang menargetkan lingkungan tersebut. Hal ini menjadikan jumlah korban jiwa akibat serangan hari Sabtu menjadi 77 orang, menurut rumah sakit di Jalur Gaza, termasuk 19 pencari bantuan.