Sabtu 30 Aug 2025 14:00 WIB

CCTV Sampai Isi Vending Machine MRT Dirusak dan Dijarah Saat Demonstrasi

MRT Jakarta masih memprioritaskan perbaikan dan pemulihan fasilitas.

Suasana di Senen, Kwitang, Jakarta Pusat usai aksi demonstrasi, Sabtu pagi (30/8/2025).
Foto: Republika/Stevy Maradona
Suasana di Senen, Kwitang, Jakarta Pusat usai aksi demonstrasi, Sabtu pagi (30/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan sejumlah kamera pengawas atau CCTV dan beberapa isi vending machine atau mesin jual otomatis yang ada di stasiun Istora Mandiri dirusak dan dijarah saat aksi demonstrasi terjadi pada Jumat (29/8).

“Kerusakan major pada entrance stasiun, baik itu kaca yang pecah, vandalisme. Vandalisme juga ada di dalam stasiunnya. Dan juga ada penjarahan pada vending machine, memang tidak semua,” kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta Ahmad Pratomo saat sesi wawancara kepada media di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Pratomo mengatakan dari hasil pemeriksaan tim di lapangan, dari 13 stasiun MRT Jakarta, hanya stasiun Istora Mandiri, yang merupakan pusat aksi massa demo yang mengalami kerusakan.

Kendati tidak merinci jumlah isi mesin jual otomatis yang dijarah dan jumlah CCTV yang dirusak, Pratomo mengatakan kamera pengawas itu yang berada di dalam kawasan stasiun juga turut dirusak.

“Ada juga ada perusakan pada fasilitas CCTV. CCTV baik di permukaan, artinya CCTV yang dari entrance stasiun kita yang menghadap ke jalan. Maupun CCTV yang berada di level concourse atau satu level di bawah permukaan jalan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Pratomo menuturkan bahwa mereka belum bisa memperkirakan nominal kerugian karena masih sedang dalam tahap pendataan. Dirinya juga menegaskan bahwa saat ini MRT Jakarta memprioritaskan perbaikan dan pemulihan fasilitas untuk mendukung layanan operasi.

“Untuk estimasi kerugian, kami masih dalam tahap evaluasi ya karena pagi hari ini kami masih dalam tahap inventarisir. Apa-apa saja secara detail yang terkena dampak dan nilai-nilainya. Dan tentu nantikan kami juga akan melakukan pemetaan, mana yang harus segera diganti, mana yang bisa nanti,” katanya, menjelaskan.

Hingga siang hari ini, ia mengatakan PT MRT Jakarta masih melakukan penyesuaian pola operasional untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement