Jumat 29 Aug 2025 19:15 WIB

Hujan tak Surutkan Massa Aksi di Depan Mapolda Metro Jaya, Pos Pantau Dibakar Demonstran

Massa terus meluapkan kekesalan akibat perilaku aparat yang melindas Affan Kurniawan.

Massa aksi terus meluapkan kekesalan di depan Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025) akibat perilaku aparat yang melindas Affan Kurniawan hingga wafat.
Foto: Muhyiddin/Republika
Massa aksi terus meluapkan kekesalan di depan Mapolda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025) akibat perilaku aparat yang melindas Affan Kurniawan hingga wafat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan yang sempat mengguyur tak menyurutkan massa aksi untuk melanjutkan demonstrasi di depan gerbang utama Markas Polda (Mapolda) Metro Jaya. Massa terus meluapkan kekesalan akibat perilaku aparat yang melindas Affan Kurniawan hingga wafat.

Jurnalis Republika Muhyiddin melaporkan, hujan mulai turun sekitar pukul 18.04 WIB. Massa sempat untuk memilih berteduh sekitar 30 menit. Tetapi, massa aksi kemudian kembali lagi ke gerbang Mapolda Metro Jaya melanjutkan untuk aksi meski hujan mengguyur lumayan deras. Hingga saat ini, aksi di Mapolda Metro masih berlangsung.

Baca Juga

Massa aksi gabungan dari mahasiswa dan pengemudi ojol sejak lepas Maghrib mulai melakukan aksi pembakaran di gerbang utama Mapolda Metro Jaya. Muhyiddin juga mendengar dua kali bom molotov yang dilemparkan massa aksi ke dalam Mapolda Metro.

Lampu di Mapolda juga dirusak massa. Pos pemantauan di depan gerbang Mapolda Metro juga dibakar. Api berkobar terus membesar. Bersamaan dengan itu, bunyi letupan kembang api terus terdengar dan diarahkan ke halaman dalam mapolda.

7 orang pelindas Affan

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebutkan tujuh nama anggota polisi yang diduga terlibat pada penabrakan dan pelindasan terhadap pengemudi ojek daring (ojol), Affan Kurniawan (21 tahun). Affan meninggal dunia saat demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

"Tujuh nama tersebut yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju," kata Asep di depan para mahasiswa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Asep dalam kesempatan itu menyatakan penyesalannya dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Kemudian, dia juga mengucapkan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Hingga pukul 17.33 WIB, demonstran mahasiswa semakin masuk ke dalam area Markas Polda Metro Jaya. Sebelumnya, mereka juga menolak diberikan air minum dan langsung melempar ke arah polisi.

Mereka berasal dari berbagai kelompok mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI). Semula mereka mengumumkan akan menggelar unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement