Jumat 29 Aug 2025 10:54 WIB

Toto Izul: Ketum PBNU ke Depan Harus Lebih Sensitif soal Isu Kemanusiaan

Peter Borkowitz harusnya mudah dilacak gagasan, maupun sikap politiknya.

 Ketua Umum IKA Pondok Pesantren Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Jawa Barat, Toto Izul Fatah, meminta Ketum PBNU di masa mendatang lebih sensitif terhadap isu kemanusiaan,
Foto: istimewa/screen layar
Ketua Umum IKA Pondok Pesantren Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Jawa Barat, Toto Izul Fatah, meminta Ketum PBNU di masa mendatang lebih sensitif terhadap isu kemanusiaan,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum IKA Pondok Pesantren Ibadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Jawa Barat, Toto Izul Fatah, menyarankan agar  Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf  agar di masa mendatang lebih sensitif erhadap berbagai isu kemanusiaan, khususnya terkait aksi biadab Israel terhadap warga Gaza di Palestina.

Hal itu disampaikan Toto menanggapi permintaan maaf Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya itu, atas kekhilafannya mengundang akademisi Israel, Peter Borkowitz. Sebelumnya, Borkowitz diundang PBNU menjadi salah satu pemateri dalam acara Akademi Kepemimpinan Nasional pada 15 Agustus 2025 lalu. Atas kejadian tersebut Gus Yahya mengakui PBNU tidak cermat dalam menyeleksi dan memeriksa jejak sang pembicara. 

Diungkapkan Toto, Gus Yahya bisa lebih peka lagi terhadap isu-isu kemanusiaan. Apalagi, terkait dengan genocide, pembantaian, pembunuhan, serangan brutal dan sejenisnya yang men gorbankan nyawa manusia. “Pemberitaan tentang warga Palestina di jalur Gaza, harusnya menggugah hati siapapun. Mereka sengaja dibiarkan kelaparan, diserang membabi buta hingga rumah sakit pun di bombardir,” kata Toto, dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025). 

Toto yang juga Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, menjelaskan, Borkowitz adalah seorang zionis pro Israel yang pernah menjadi salah seorang pejabat di Amerika Serikat. Dia juga disebut-sebut sebagai salah satu arsitek narasi pembenaran tindakan biadab Israel yang menyebabkan ribuan anak-anak dan  perempuan tewas di jalur Gaza.  

Menurutnya, tokoh sekelas Peter Borkowitz harusnya dengan mudah dilacak, baik sosok, pemikiran maupun sikap politiknya. Salah satu buku kontroversialnya adalah Human -Rights Bodies Corrupt Human-Rights To Vilify Israel (April 2025).

Dalam pandangan Toto, apa yang terjadi di jalur Gaza adalah potret nyata sebuah kebiadaban yang tak boleh dibiarkan. Dalam kontek seperti itulah, memberi karpet merah kepada pendukung kebiadaban sama aja dengan ikut mendukung kebiadaban tersebut.

Toto menyesalkan, tak lama setelah diundang PBNU, Peter Borkowitz juga diudang menjadi narasumber untuk menyampaikan orasi ilmiah pada acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) di Balairung UI Depok (23/8/2025). “Saya tak mengerti dan tak habis pikir, bagaimana kampus sekelas UI bisa teledor dan ceroboh mengundang nara sumber yang tak diketahui latar belakangnya,” ungkap Toto.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement