Jumat 29 Aug 2025 05:30 WIB

Polres Bogor Amankan 171 Pelajar yang Hendak Ikut Aksi di Jakarta

Polres Bogor amankan 171 pelajar dari Bogor, Depok, dan Tangerang yang diduga akan ikut aksi di Jakarta, Kamis.

Rep: antara/ Red: antara
Polres Bogor amankan 171 pelajar hendak ikut aksi di Jakarta.
Foto: antara
Polres Bogor amankan 171 pelajar hendak ikut aksi di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR, – Sebanyak 171 pelajar dari berbagai sekolah di Bogor, Depok, dan Tangerang diamankan oleh Polres Bogor Polda Jawa Barat pada Kamis. Mereka diduga hendak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyatakan bahwa pelajar tersebut diamankan di beberapa titik, yaitu Aula SS Polres Bogor sebanyak 137 orang, Polsek Parung 20 orang, dan Polsek Tenjo 14 orang. Mereka tertangkap saat berupaya menuju Jakarta melalui jalur arteri dan stasiun.

"Rata-rata yang diamankan ini masih pelajar SMK. Mereka sudah membeli tiket, kemungkinan akan turun di Palmerah atau Blok M. Ada juga yang mencoba menyamarkan diri dengan pakaian sipil di luar, sedangkan seragamnya dipakai di dalam," ujar Wikha di Mako Polres Bogor.

Dari hasil pemeriksaan gawai, diketahui ajakan mengikuti aksi tersebar melalui flyer di media sosial dan grup sekolah. Namun, polisi memastikan tidak ada indikasi ajakan bersifat masif atau terstruktur. “Lebih kepada fomo atau ikut-ikutan saja,” tambahnya.

Di Aula SS Polres Bogor, pelajar berasal dari beberapa sekolah, termasuk SMK Insan Kreatif (20 orang), SMK Mutiara Insani (11 orang), SMK Generasi Mandiri (7 orang), SMK Tri Dharma 1 Kota Bogor (18 orang), hingga sembilan orang yang tidak bersekolah.

Adapun di Polsek Parung, pelajar berasal dari sekolah di Bogor, Depok, dan Tangerang, antara lain SMK Taruna Terpadu 1, SMK Pondok Petir Depok, SMA Islam Darussalam Depok, hingga SMK Al Mubarok Tangerang. Sementara di Polsek Tenjo, terdapat pelajar dari SMK PGRI Koleang Jasinga, SMK 1 Curugbitung Lebak, dan SMK Pembangunan 2 Jambe Tangerang.

Polres Bogor menegaskan tidak ditemukan barang berbahaya dari pelajar tersebut. Seluruhnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendataan, serta diberikan pembinaan sebelum diserahkan kembali ke orang tua dan pihak sekolah.

“Kami sudah memanggil orang tua bersama pihak sekolah untuk menjemput anak-anak. Langkah ini agar menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali,” kata Wikha.

Ia menambahkan, langkah preventif akan terus dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan pengawasan serta edukasi di kalangan pelajar. Harapannya, mereka tidak mudah terprovokasi ajakan-ajakan di media sosial yang berpotensi membahayakan diri maupun mengganggu ketertiban umum.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement