REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Puncak arus mudik lebaran 2025 diprediksi terjadi pada H-3 atau Jumat (28/3/2025). Kepolisian Daerah (Polda) Banten sudah mengantisipasi hal tersebut, demi menekan kemacetan menuju Pelabuhan Merak.
Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol. Leganek Mawardi menjelaskan upaya petugas menekan penumpukan kendaraan selama arus mudik, di beberapa titik. Tepatnya di 38 pos pengamanan, 38 pos polisi, dan sebagainya. Sebaran titik tersebut ada di jalur arteri dan juga jalan tol.
"Kegiatan ini berlangsung 14 hari, sampai hari ini, dan untuk menghadapi puncak arus mudik ini, petugas sudah (disiagakan) baik di jalan tol maupun jalur arteri, siap membantu masyarakat," kata Leganek, Kamis (27/3/2024).
Kemudian ada satuan tugas (Satgas) pelayanan dan penerangan untuk mobile. Polda Banten juga membentuk tim urai. Sebanyak lima tim urai bekerja bergantian selama 24 jam.
Para petugas beroperasi di tempat-tempat yang diprediksi bakal ada kemacetan. Ia mencontohkan di jalur ke luar jalan tol. Biasanya terjadi penumpukan kendaraan di sana. "Orang-orang yang ngantre, mau ke toilet dan lain sebagainya, parkirnya kurang rapi. Nah itu kita akan imbau supaya diparkir dengan rapi," ujar Leganek.
Lalu jika ada kendaraan yang macet, petugas menyiapkan mobil derek. Mobil derek tersebut ditempatkan di tiga titik. Pertama di jalan tol, kedua di luar tol, ketiga di jalan arteri. "Ini kita siapkan untuk mobilisasi apabila terjadi emergency di jalur-jalur tersebut," tutur Leganek.
Dirlantas Polda Banten memastikan petugas akan menyebar petugas di beberapa area menghadapi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, besok. Dimulai dari gerbang tol Cikupa, kemudian gerbang tol Ciujung, gerbang tol Cikande. Lalu di gerbang tol Serang, dan terakhir di Cilegon.
Leganek mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada. Sebaiknya berangkat lebih awal sebelum kondisi benar-benar padat di jalanan.
View this post on Instagram