Kamis 27 Feb 2025 19:07 WIB

Depopulasi di Jepang, Angka Kelahiran Anjlok Sentuh Titik Terendah Sejak 1899

Angka kelahiran di Jepang anjlok menjadi sekitar 721.000 jiwa pada 2024.

Seorang pejalan kaki menyeberang jalan dengan seorang anak terlihat melalui jendela taksi di Tokyo. Jepang belakangan mengalami penurunan angka kelahiran.
Foto: AP Photo/David Goldman
Seorang pejalan kaki menyeberang jalan dengan seorang anak terlihat melalui jendela taksi di Tokyo. Jepang belakangan mengalami penurunan angka kelahiran.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO --  Surat kabar Mainichi Shimbun, pada Kamis (27/2/2025), mengutip data awal dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang melaporkan, angka kelahiran di Jepang anjlok menjadi sekitar 721.000 jiwa pada 2024. Penurunan itu menandai angka kelahiran terendah sejak pencatatan statistik dimulai pada 1899.

Data itu mencakup warga asing yang tinggal di Jepang serta warga negara Jepang yang menetap di luar negeri. Statistik tahunan yang lebih akurat akan dirilis pada bulan Juni, dan ada kemungkinan jumlah kelahiran pada 2024 bahkan tidak mencapai 700 ribu jiwa.

Baca Juga

Sebagai perbandingan, pada 2023, jumlah kelahiran di Jepang tercatat sebanyak 758.600 jiwa. Data terbaru menunjukkan penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang sebelumnya memperkirakan bahwa angka kelahiran negara itu baru akan turun ke 720.000 jiwa pada tahun 2039. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa penurunan ini terjadi 15 tahun lebih cepat dari prediksi para ahli.

Selain itu, berdasarkan data yang sama, selisih antara jumlah kematian dan kelahiran di Jepang pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi, yakni 897.700 jiwa.

 

sumber : Antara, Sputnik-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement