Kamis 27 Feb 2025 10:11 WIB

Inkubator Bisnis Teknologi UBSI Jadi Jembatan ke Industri

Dengan IBT, kultur inovasi di kampus makin kuat.

Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) yang dimiliki UBSI membuka pintu kerja sama dengan perusahaan besar,pemerintah, dan lembaga penelitian.
Foto: UBSI
Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) yang dimiliki UBSI membuka pintu kerja sama dengan perusahaan besar,pemerintah, dan lembaga penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa bilang universitas cuma tempat belajar teori dan ngumpulin skripsi? Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuktikan kampus juga bisa jadi mesin penggerak inovasi dengan mendirikan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) dan BSI Entrepreneur Center (BEC).

Langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan tetapi bagian dari misi besar demi mewujudkan visi UBSI sebagai universitas unggul di bidang ekonomi kreatif pada 2033.

Menurut Fuad Nur Hasan, Kepala BEC sekaligus Ketua IBT UBSI, keberadaan IBT di kampus bukan cuma formalitas tetapi punya manfaat luar biasa—baik bagi universitas, mahasiswa, industri, hingga masyarakat luas.

Kenapa IBT Itu Penting? Ini Manfaatnya!

1.Meningkatkan Komersialisasi Riset dan Teknologi

IBT bukan sekadar tempat kumpul mahasiswa jago IT, selain itu sebagai wadah buat mengubah hasil riset akademik jadi produk atau layanan komersial. Jadi, inovasi dari kampus bisa langsung ketemu dengan kebutuhan pasar!

2.Dukung Pengembangan Startup Teknologi

Buat mahasiswa, dosen, atau alumni yang punya ide bisnis berbasis teknologi, IBT menyediakan fasilitas, mentor, dan jaringan yang bisa bikin startup makin berkembang. Nggak perlu pusing cari tempat buat mulai usaha!

3.Meningkatkan Reputasi Universitas

Kampus yang aktif mendukung inovasi dan teknologi pasti punya daya tarik lebih tinggi. Mahasiswa makin tertarik kuliah di tempat yang nggak cuma ngajarin teori, tapi juga bantu mereka bikin sesuatu yang nyata.

4.Jembatan Kolaborasi dengan Industri

IBT membuka pintu buat kerja sama dengan perusahaan besar, pemerintah, dan lembaga penelitian. Kampus bukan lagi dunia terpisah dari bisnis, justru jadi tempat bertemunya akademisi dan dunia industri.

5.Peluang Dapat Pendanaan Eksternal

Punya IBT berarti kampus bisa menarik hibah penelitian, investasi, dan dukungan finansial dari berbagai pihak. Startup yang lahir dari IBT juga lebih gampang dapat suntikan modal dari investor.

6.Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa dan Dosen

Di IBT, mahasiswa nggak cuma belajar teori, tapi juga langsung praktik. Mereka bisa mengasah kemampuan inovasi, kewirausahaan, hingga pengelolaan bisnis—bekal penting buat masa depan!

7.Kontribusi untuk Ekonomi Lokal dan Nasional

Startup berbasis teknologi yang lahir dari IBT berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Jadi, kampus bukan cuma mencetak lulusan, tapi juga pengusaha masa depan!

8.Meningkatkan Publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual

Riset yang berhasil dikomersialisasikan melalui IBT bisa meningkatkan jumlah publikasi akademik dan hak paten universitas. Kampus makin diakui, mahasiswa dan dosen pun makin termotivasi buat berkarya!

9.Membentuk Ekosistem Inovasi di Kampus

Dengan IBT, kultur inovasi di kampus makin kuat. Mahasiswa terbiasa berpikir kreatif, melihat peluang bisnis, dan menciptakan solusi berbasis teknologi.

Fuad Nur Hasan menegaskan,’’Dengan adanya IBT, UBSI nggak cuma jadi institusi pendidikan, tapi juga motor penggerak inovasi dan ekonomi berbasis teknologi,’’ katanya menegaskan.

Jadi, buat kamu yang bercita-cita bikin startup atau punya ide bisnis berbasis teknologi, UBSI bisa jadi tempat yang tepat buat mengembangkan mimpi itu jadi kenyataan!

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement