Selasa 25 Feb 2025 12:51 WIB

Yayasan SDIT Persilakan Novi Mengajar Lagi dan tak Larang Aktivitasnya di Band Sukatani

Yayasan Al Madani menyebut pemecatan Novi dari SDIT Mutiara Hati belum final.

Rep: Kamran Dikrama/ Red: Andri Saubani
Band Sukatani saat tampil di Purwokerto, Jawa Tengah.
Foto: Instagram/Sukatani
Band Sukatani saat tampil di Purwokerto, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Yayasan Al Madani yang menaungi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati Banjarnegara mengatakan, keputusan pemberhentian Novi Citra Indriyati sebagai guru di sekolah tersebut belum final. Novi adalah vokalis band punk Sukatani yang belakangan diketahui bekerja di SDIT Mutiara Hati, tapi telah diberhentikan karena dinilai melanggar kode etik.

Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara Khaerul Mudakir mengungkapkan, Novi mulai bekerja sebagai guru di SDIT Mutiara Hati pada 2 November 2020. Namun Khaerul mengaku, pihak sekolah serta yayasan sama sekali tak mengetahui aktivitas Novi di luar jam dan lingkungan sekolah.

Baca Juga

"Di Yayasan Al Madani itu ada 118 guru karyawan, dan tentu saja kami tidak bisa memantau secara penuh aktivitas para guru di luar jam mengajar," kata Khaerul ketika memberikan keterangan pers di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Senin (24/2/2025), dikutip Republika dari akun Youtube resmi Dindikpora Banjarnegara pada Selasa (25/2/2025).

Dia menjelaskan, Yayasan Al Madani memiliki kode etik bagi para guru yang mengajar di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan tersebut. Khaerul mengatakan, kode etik tersebut harus dipatuhi, tidak hanya di sekolah, tapi juga luar sekolah.

"Jadi ketika dia di sekolah adalah guru, sosok yang baik, yang bermoral, yang berakhlak, yang siap menjadi contoh bagi murid dan karyawan yang lain, termasuk di rumah pun begitu, juga di masyarakat. Jadi tetap memiliki komitmen yang sama baik di dalam sekolah maupun luar sekolah," ucap Khaerul.

Dia mengungkapkan, pada awal Februari lalu, Yayasan Al Madani Banjarnegara memperoleh informasi tentang aktivitas bermusik Novi. Setelah melakukan penelusuran, Novi dianggap melanggar kode etik terkait memperlihatkan aurat di muka umum.

"Pelanggaran Ibu Novi ini sekali lagi tidak terkait dengan lagu yang sedang viral atau tidak terkait dengan band yang beliau ada di situ. Tapi lebih terkait dengan perilaku Ibu Novi itu sendiri secara pribadi. Kami ada data, misalnya, membuka aurat dan sebagainya, yang menurut standar SOP kami tidak dibenarkan, walaupun itu sudah di luar sekolah," kata Khaerul.

Menurut dia, dalam peraturan atau kode etik guru di Yayasan Al Madani, terdapat pelanggaran-pelanggaran yang hanya diganjar peringatan. Namun ada pula jenis pelanggaran yang sanksinya langsung diberhentikan tanpa melalui mekanisme teguran atau peringatan sebelumnya. Pelanggaran yang dilakukan Novi, dalam pandangan Yayasan Al Madani, masuk kategori terakhir.

Oleh sebab itu, pada 6 Februari 2025, Yayasan Al Madani memutuskan memberhentikan Novi sebagai guru di SDIT Mutiara Hati Banjarnegara, Jawa Tengah. "Yang ingin kami tegaskan, keputusan ini belum bersifat final karena sampai sekarang kami belum bisa mendapatkan klarifikasi dari beliau. Harapannya setelah ini bisa terjadi pertemuan antara kami dan saudari Novi, dan kemudian akan melakukan sebuah proses klarifikasi berikutnya," ucap Khaerul.

photo
Lirik lagu Bayar Bayar Bayar dari Sukatani. - (Infografis Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement