Jumat 12 Jul 2024 11:48 WIB

Intelijen AS Ungkap Plot Rusia Bunuh CEO Pabrikan Senjata Jerman

Keamanan di sekitar Papperger dan Rheinmetall telah ditingkatkan.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin (24/6/2024)
Foto: Vyacheslav Prokofyev, Sputnik, Kremlin Pool P
Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin (24/6/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Badan intelijen AS telah menggagalkan rencana Rusia untuk membunuh kepala eksekutif produsen senjata terkemuka Jerman. Rencana pembunuhan ini disebut sebagai upaya pembalasan atas peran perusahaan tersebut dalam menyediakan sejumlah besar persenjataan untuk Ukraina. Demikian menurut laporan dilansir dari laman the Guardian, Kamis.

"Rencana pembunuhan Armin Papperger, CEO Rheinmetall, adalah salah satu dari beberapa rencana pemerintah Rusia untuk membunuh eksekutif industri pertahanan di beberapa negara di Eropa yang mendukung upaya perang Ukraina," kata pejabat Amerika dan Barat yang tidak disebutkan namanya kepada CNN.

Baca Juga

"Rencana untuk membunuh Papperger berada pada tahap paling maju dari semua rencana yang ada," kata para penyelidik.

Menurut laporan itu, pihak berwenang AS segera memberi tahu rekan-rekan mereka di Jerman. Keamanan di sekitar Papperger dan Rheinmetall pun ditingkatkan.

Papperger mengatakan kepada Financial Times bahwa pemerintah Jerman telah menerapkan tingkat keamanan yang tinggi disekitarnya. 

Meskipun dia tidak secara langsung mengkonfirmasi ancaman tersebut, dia mengatakan kepada Financial Times bahwa laporan CNN tersebut dapat dipercaya, dengan mengatakan. “Saya pikir CNN tidak hanya melihat ke langit.”

Rheinmetall menolak berkomentar namun mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada media bahwa langkah-langkah yang diperlukan selalu diambil melalui konsultasi rutin dengan otoritas keamanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement